Logo Header Antaranews Kepri

Tim peneliti berhasil ungkap penjelajahan 2.000 km Paus Biru Kerdil

Kamis, 12 Februari 2026 12:42 WIB
Image Print
Seekor paus biru kerdil (Balaenoptera musculus brevicauda) terpantau oleh drone para peneliti dalam Ekspedisi Spesies Laut Bermigrasi 2025 di perairan Wetar Utara, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/10/2025). ANTARA/HO-Konservasi Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Tim peneliti gabungan yang difasilitasi oleh Konservasi Indonesia (KI) berhasil mengungkap luas jelajah Paus Biru Kerdil (Balaenoptera musculus brevicauda) yang telah menempuh 2.000 kilometer dalam sembilan hari pemantauan.

"Meski hanya satu dari empat tag satelit yang direncanakan berhasil terpasang, tetapi ini dapat membuktikan bahwa pemasangan tag satelit berbasis drone yang lebih less-invasif bisa dilakukan. Metode ini lebih minim risiko dibanding pendekatan konvensional," kata Focal Species Conservation Senior Manager KI Iqbal Herwata dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.

Iqbal yang juga menjadi pemimpin dalam ekspedisi tersebut menjelaskan tim peneliti berhasil memasang tag satelit berbasis drone pada Paus Biru Kerdil di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data awal menunjukkan paus tersebut menempuh perjalanan lebih dari 2.000 kilometer hanya dalam sembilan hari pemantauan. Paus Biru Kerdil itu ditandai pada 13 Oktober 2025, sementara sinyal terakhir diterima pada 22 Oktober 2025.

Baca juga: KPK tegaskan penetapan Yaqut Cholil sebagai tersangka kasus kuota haji sesuai prosedur

Rekaman pergerakan tersebut memberi gambaran konkret tentang luasnya jelajah spesies itu, sekaligus menggarisbawahi bahwa perlindungan satwa migrasi membutuhkan pendekatan berbasis data dan lintas wilayah.

Ekspedisi itu difasilitasi KI dengan melibatkan peneliti dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang, Conservation International Timor Leste, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT, DKP Maluku, Elasmobranch Institute Indonesia, James Cook University, Thrive Conservation, Universidade Nacional Timor Lorosa’e, Universitas Muhammadiyah Kupang, dan Universitas Tribuana Kalabahi.

Rusydi, perwakilan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kupang, menyebutkan melalui ekspedisi itu para periset juga mencatat adanya variasi perilaku Paus Biru di beberapa lokasi.

Dia menjelaskan di tenggara Pulau Wetar beberapa paus teramati sedang logging atau beristirahat di permukaan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim peneliti ungkap perjalanan 2.000 km Paus Biru Kerdil di Indonesia



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026