Logo Header Antaranews Kepri

Rekam Data e-KTP Karimun Capai 89 Persen

Minggu, 26 Mei 2013 22:34 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP mencapai 89 persen dari wajib KTP sekitar 159.000 jiwa.

"Jumlah wajib KTP yang merekam data e-KTP itu sekitar 142.000 jiwa, 89 persen dari total wajib KTP sekitar 159.000 jiwa," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karimun Muhammad Firmansyah di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Menurut Muhammad Firmansyah, jumlah pengurusan e-KTP terus bertambah seiring dengan sosialisasi yang terus digencarkan di tingkat kecamatan hingga kelurahan dan desa.

"Jumlah rekam data e-KTP tidak statis, terus bertambah. Kami terus menyosialisasikan e-KTP agar warga masyarakat proaktif mengurusnya ke kantor camat setempat," ucapnya.

Dia memperkirakan, warga yang belum mengurus e-KTP merupakan penduduk yang mengantongi KTP Karimun namun bekerja di luar negeri atau daerah lain.

Selain itu, kata dia lagi, penduduk musiman atau pindahan, KTP ganda dan tidak tertutup kemungkinan wajib KTP yang belum merekam data itu sudah meninggal dunia namun masih terdata di Dinas Kependudukan.

"Kami terus mengimbau kepada warga agar segera mengganti KTP lama dengan e-KTP mumpung masih gratis," ucapnya.

Dia juga mengatakan, optimalisasi rekam e-KTP juga difokuskan pada tiga kecamatan hasil pemekaran, yaitu Kecamatan Meral Barat, Belat dan Ungar. Kemudian, warga di pulau-pulau terpencil dan masyarakat pesisir.

"Pihak kecamatan maupun kelurahan/desa kami imbau agar terus menjaring warga yang belum merekam e-KTP," ujarnya.

Mengenai e-KTP yang siap cetak, Firmansyah menjelaskan hingga saat ini mencapai 97 ribu dan sebagian besar sudah didistribusikan melalui kecamatan, kelurahan dan desa.

"Sisanya, sekitar 45.000 masih dicetak di pusat," ucapnya.

Terkait pengambilan e-KTP yang sudah dicetak, ia mengimbau agar warga datang mengambilnya ke kantor lurah atau desa.

"Masih banyak e-KTP di kantor lurah dan desa yang belum diambil pemiliknya. Kami harapkan segera diambil sehingga dapat menggantikan KTP SIAK sebagai identitas diri," kata dia. (Antara)

Editor: Nurul Hayat



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026