
Tanjungpinang Inflasi 0,27 Persen

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat Kota Tanjungpinang pada Mei 2013 terjadi inflasi sebesar 0,27 persen.
"Dari 16 kota di Sumatra, tercatat delapan kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,27 persen. Sedangkan pada April 2013, deflasi terendah di Indonesia terjadi di Tanjungpinang yaitu 0,01 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Dumagar Hutahuruk di Tanjungpinang, Selasa.
Sementara delapan kota lainnya mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi di Kota Pangkal Pinang 0,47 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 0,01 persen.
"Indeks harga konsumen Tanjungpinang pada Mei 2013 naik dari 137,42 pada April 2013 menjadi 137,79 atau terjadi inflasi sebesar 0,27 persen," ujarnya.
Hutahuruk mengungkapkan, inflasi di Tanjungpinang disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,67 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,78 persen, kelompok sandang 1,21 persen, kelompok kesehatan 0,12 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,31 persen.
Sebaliknya, dua kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,45 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari - Mei) 2013 di Kota Tanjungpinang sebesar 2,10 persen dan laju inflasi 'year on year' (Mei 2013 dibanding dengan Mei 2012) di Kota Tanjungpinang sebesar 5,94 persen.
Terjadinya perubahan harga pada 67 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Tanjungpinang Mei 2013.
Sebanyak 51 komoditas dan jasa diantaranya yang mengalami kenaikan harga, antara lain tarif listrik, mie, bayam, jeruk, kangkung, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, cabai merah, baju kaos, sawi hijau, mie kering instant, bawang putih, rokok kretek filter, kacang panjang, rokok kretek filter, bawang putih, dan sabun detergen bubuk.
Sebaliknya, 16 komoditas lainnya yang justru mengalami penurunan harga yaitu ikan tongkol, udang basah, ikan selar, cabai rawit, ikan kembung, ikan belanak, telur ayam ras, bensin, bawang merah, bumbu masak jadi, cabai hijau, cumi-cumi, minyak goreng, obat flu, selai dan radio.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2013) di Kota Tanjungpinang tercatat sebesar 2,10 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 0,15 persen.
Sedangkan laju inflasi 'year on year' (Mei 2013 dibanding dengan Mei 2012) di Kota Tanjungpinang sebesar 5,94 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 2,22 persen," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
