Logo Header Antaranews Kepri

BPBD Kota Tanjungpinang salurkan 611 ton air bersih untuk masyarakat

Jumat, 6 Maret 2026 11:20 WIB
Image Print
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan pada awal Maret 2026. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan 611,9 ton air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih sepanjang Februari hingga awal Maret 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang M Yamin mengatakan bantuan tersebut telah didistribusikan dalam 114 kali pengiriman kepada warga yang membutuhkan air bersih.

"Air bersih disalurkan secara bertahap berdasarkan laporan RT dan RW, lalu diteruskan ke kelurahan, baru diajukan ke BPBD," kata Yamin di Tanjungpinang, Kamis.

Menurut Yamin hampir 18 kelurahan mengajukan permintaan suplai air bersih. Kelurahan yang paling sering mengalami kekurangan air antara lain Batu 9, Kampung Bugis, dan Pinang Kencana.

Untuk pendistribusian, kata dia, BPBD mengerahkan satu lori tangki berkapasitas lima ton, kendaraan Hilux dua ton, dan mobil L300 satu ton dengan tandon tambahan.

Baca juga: Tim SAR Natuna selamatkan 4 awak kapal bocor di Serasan

Selain armada BPBD, pendistribusian juga dibantu Dinas Sosial (Dinsos) Tanjungpinang dan BPBD Provinsi Kepri dengan tambahan kapasitas 15 ton air.

Lanjutnya menyampaikan BPBD memanfaatkan sumur bor dan pasokan air dari wilayah Tanjung Moco untuk didistribusikan ke warga. Belakangan, sumber air juga diambil dari Sungai Pulai setelah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Kepri.

"Alhamdulillah, berkat koordinasi Wali Kota Tanjungpinang dengan PDAM, akhirnya kita diizinkan mengambil air di Sungai Pulai," ujarnya.

Yamin menambahkan meski beberapa hari terakhir turun hujan di Tanjungpinang, namun permintaan air bersih dari masyarakat masih ada. BPBD bersama kelurahan menunda sementara pengajuan distribusi di wilayah yang mulai membaik.

"Permintaan masih ada, tapi sudah mulai berkurang," demikian Yamin.

Baca juga: Bandara Hang Nadim: Penerbangan Batam - Jeddah berjalan normal



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026