Logo Header Antaranews Kepri

BGN tutup sementara SPPG Seri Kuala Lobam di Bintan

Senin, 16 Maret 2026 17:40 WIB
Image Print
Pekerja tengah memasak menu MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). ANTARA/HO-Diskominfo Bintan

Bintan (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) RI menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dikelola oleh Yayasan Gawe Rancage Pasundan.

Kebijakan penutupan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2026, serta laporan khusus dari Kepala SPPG Bintan Seri Kuala Lobam tanggal 8 Maret 2026 terkait ketidaksesuaian penyajian menu makan bergizi gratis atau MBG.

"Terdapat beberapa aspek ketidaksesuaian dalam pelaksanaan operasional di SPPG Seri Kuala Lobam, khususnya pada proses pengolahan dan penyajian menu makanan kepada penerima manfaat, sehingga belum memenuhi standar yang ditetapkan," kata Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I pada Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Harjito dalam keterangannya di Tanjungpinang, Senin.

Menurutnya dengan mempertimbangkan risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan, maka diputuskan pemberhentian operasional sementara SPPG Bintan Seri Kuala Lobam, terhitung sejak 11 Maret 2026.

Baca juga: DPRD Batam tunda pengesahan Ranperda PSU perumahan demi pendalaman substansi

Pencabutan status pemberhentian operasional itu hanya dapat dilakukan setelah pihak SPPG menyerahkan bukti perbaikan dan dokumen pendukung yang sah kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I serta telah dilakukan verifikasi dan dinyatakan selesai.

"Pihak SPPG dapat kembali beroperasi jika menunjukkan bukti perbaikan menu yang layak sesuai standar gizi," katanya pula.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Rony Kartika menyampaikan dari total 16 SPPG yang telah beroperasi di wilayah itu, baru satu SPPG Seri Kuala Lobam yang menerima sanksi penutupan sementara.

Penutupan itu diduga berkaitan dengan penyajian menu MBG yang tidak memenuhi standar gizi, yakni berupa kelapa utuh yang dibagikan kepada ribuan penerima manfaat, bahkan sempat viral di media sosial.

Pantauan di lapangan, kondisi SPPG Seri Kuala Lobam saat ini terpantau sepi tanpa adanya aktivitas produksi MBG.

"Penutupan SPPG ini bersifat sementara, artinya kalau mereka sudah memenuhi ketentuan soal penyajian menu bergizi, tentu akan dibuka lagi," kata Rony.



Baca juga: Jadwal buka puasa Batam dan wilayah Kepri hari ini, 16 Maret 2026



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026