
Kabut Asap Masih Selimuti Karimun

Karimun (Antara Kepri) - Kabut asap masih menyelimuti daratan dan perairan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa, namun mulai menipis dibandingkan hari sebelumnya.
"Kabut asap masih tampak namun jauh lebih tipis dari kemarin," kata pengendara sepeda motor, Arif di Tanjung Balai Karimun.
Arif mengatakan dirinya tidak lagi menggunakan masker karena kabut asap tidak lagi membuat mata perih dan sesak nafas.
"Kami berharap kabut asap tidak lagi menebal karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Mudah-mudahan kebakaran lahan di Sumatera berakhir sehingga asap tidak lagi meluas sampai ke sini," katanya.
Mukhtar, warga lain mengatakan ketebalan kabut asap pada sore hari lebih tipis dibandingkan pagi hari.
"Jarak pandang tidak lagi terganggu seperti beberapa hari lalu," ucapnya.
Sementara itu, aktivitas pelayaran di pelabuhan domestik dan internasional berlangsung normal.
"Semua kapal berlayar seperti biasa, tidak ada penundaan keberangkatan karena kabut asap menipis," ujar agen kapal feri di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Yudhi.
Sekretaris LSM Wahana Cipta Lestasi Deddy Marliadi mengatakan menipisnya kabut asap hendaknya tidak membuat pemerintah lengah dalam mengatasi kebakaran lahan di daratan Sumatera.
"Memang sudah tipis, namun kami berharap pemerintah tetap mengamati dan memadamkan titik-titik api untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan di Sumatera," ucapnya.
Menurut aktivis LSM bidang lingkungan hidup itu, sanksi tegas dan pengawasan ketat hendaknya dilakukan agar pembakaran lahan tidak lagi dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Kabut asap sepertinya sudah menjadi bencana rutin. Kami berharap tidak terjadi lagi berulang-ulang," ucapnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) seperti dilaporkan Antara Tanjungpinang menyatakan, kabut asap di Kepulauan Riau menipis karena angin mengarah ke barat laut.
"Sejak beberapa hari ini, pola penyebaran angin berubah dari timur laut ke barat laut atau ke Semenanjung Malaysia, sehingga asap dari Riau tidak lagi mencemari udara Singapura dan Kepulauan Riau, kecuali Lingga," kata Kepala BMKG Tanjungpinang Hartanto.
Asap tidak mencemari Tanjungpinang, Batam, Karimun, Anambas dan Natuna, menurut dia, bukan disebabkan kebakaran di Riau berkurang, melainkan karena perubahan arah angin," ujarnya.
Saat ini jarak pandang di Kepri, kecuali Lingga, kembali normal.
"Kondisi udara di enam kabupaten dan kota di Kepri kembali normal sejak dua hari terakhir," ujar Hartanto. (Antara)
Editor: Ridwan Chaidir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
