
Anak Pesisir Enggan Sekolah di Kota

Batam (Antara Kepri) - Anak-anak pulau pesisir Kota Batam enggan bersekolah di pulau utama dan lebih memilih mengenyam pendidikan di sekolah yang ada di pulau-pulau kecil sehingga pendidikannya tertinggal.
"Anak-anak pulau tidak mau ke 'mainland', padahal kami sudah siapkan asrama di beberapa sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Rabu.
Kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang terletak di pulau-pulau pesisir Batam relatif tertinggal karena kekurangan guru dan fasilitas. Untuk mengatasi itu, pemerintah mengajak anak-anak pulau mengenyam pendidikan di pulau utama, kata Muslim, namun tidak banyak yang bersedia meninggalkan pulau.
Pemerintah sudah membangun beberapa asrama di dekat sekolah untuk menampung siswa yang rumahnya jauh dari sekolah, terutama anak pulau. Namun, kebanyakan asrama kosong, tidak diminati.
"Orang tua di pulau tidak mau jauh dari anaknya," kata Muslim.
Menurut dia, perlu perubahan pola pikir orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak pulau.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kepri Haripinto mendorong anak pesisir untuk bersekolah di pulau utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
"Anak-anak sekolah di 'hinterland', utamanya yang siswa SMA sederajat sebaiknya sekolah di 'mainland'. Itu akan membuka cakrawala berfikir mereka," kata Haripinto.
Menurut dia, pendidikan di pulau utama lebih baik dan mampu mendorong kemajuan anak.
"Itu sudah dilakukan China yang menyekolahkan anak ke Amerika, Inggris, Australia dan negara lainnya. Setelah pulang, mereka diberdayakan," kata Haripinto.
Hal senada dikatakan anggota DPRD Kota Batam Asmin Patros yang mengatakan lebih baik anak pesisir sekolah di pulau utama.
"Kalau di 'hinterland' pulang sekolah lebih banyak dihabiskan untuk menjadi nelayan. Jika sekolah di mainland, mereka akan lebih punya waktu belajar dan wawasan lebih luas," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
