Logo Header Antaranews Kepri

Komunitas Merah Putih Ajak Pemuda Bangun Bangsa

Jumat, 28 Juni 2013 14:24 WIB
Image Print

Bintan (Antara Kepri) - Komunitas Merah Putih Provinsi Kepulauan Riau mengajak kalangan pemuda bukan sekadar bangga memiliki Indonesia, melainkan dengan kecerdasan, rasa cinta, serta nilai-nilai positif selaku agen perubahan, ikut berkiprah membangun bangsa dan negara.

"Rasa cinta terhadap bangsa dan negara adalah modal untuk membangun daerah dan menciptakan masyarakat yang sejahtera," kata Kusrianto, ketua pelaksana seminar "Pemuda, NKRI dan Masa Depan Indonesia", di Gedung Olah Raga Toapaya, Kabupaten Bintan, Kamis

Seminar yang dihadiri 200 orang pemuda dari berbagai profesi itu juga mengungkap berbagai permasalahan dan kendala pemuda untuk ikut serta membangun daerah dan negara.

Pemuda, kata Kusrianto, jangan hanya bangga memiliki Indonesia, melainkan juga harus memberi kontribusi yang berarti untuk membangun bangsa dan negara.

Selain itu, kata dia, kehadiran pemuda sebagai agen perubahan sangat dibutuhkan. Pemuda harus tampil sebagai figur yang cerdas, peduli dan memiliki semangat yang tinggi agar mampu memberikan warna positif di tengah-tengah masyarakat.

"Potensi yang dimiliki pemuda untuk kemajuan daerah harus diwadahi, agar terarah serta keberadaannya dirasakan oleh masyarakat, " ujarnya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Kabupaten Bintan Irma Anisa yang hadir mewakili Bupati Bintan Ansar Ahmad mengapresiasi kegiatan seminar kepemudaan tersebut.

Seminar kebangsaan harus terus didukung karena berguna untuk merespons degradasi nilai kebangsaan yang terjadi pada generasi saat ini, ujar Irma.

Pemahaman pemuda terhadap NKRI, kata dia, seharusnya menyeluruh, tidak hanya sepenggal dan dilaksanakan dalam konteks dan perilaku yang salah. NKRI jangan hanya sebatas dipahami sebagai wilayah teritorial saja, namun yang lebih penting adalah menjaga keutuhannya.

"Menjaga NKRI adalah tugas seluruh warga negara Indonesia. Jangan ada upaya untuk keluar, atau merubah NKRI," katanya.

Irma mengibaratkan, NKRI adalah rumah bersama. Karena itu setiap orang harus menjaga dan merawat rumah tersebut, bukan malam menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan.

"NKRI adalah konsensus bersama yang dilakukan oleh pendiri bangsa. Saat ini tugas kita adalah mengisi dengan pembangunan dan hal-hal yang positif," ujarnya.

Selain itu Irma juga mengatakan, peran pemuda dalam pembangunan di Bintan perlu diberikan stimulus.

Irma yang juga menjadi salah satu narasumber memaparkan faktor-faktor degradasi nilai nasionalisme karena kurangnya figur teladan, sikap apatis, ketidakmampuan untuk bersosialisasi, serta tidak percaya diri secara berlebihan.

Hadir sebagai narasumber anggota DPD RI Hardi S Hood, utusan kodim Bintan Lettu E.S Nasution, dosen Umrah Suradji dan Ketua Karang Taruna Kepulauan Riau Said M Idris.

Suradji mengatakan, banyak permasalahan bangsa yang harus di hadapi bersama. Kekerasan, pertahanan keamanan, permasalahan hukum, keadilan, ekonomi dan masalah ideologi menjadi permasalahan yang krusial.

"Ideologi bangsa kita sudah jelas dan tegas, bahwa kita berasaskan Pancasila. Namun masih ada kelompok tertentu yang mempertanyakan ideologi Pancasila. Tentunya hal ini perlu diberikan pemahaman, " ujarnya.

Pancasila bersumber pada nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kelompok yang membenturkan antara agama dan Pancasila tentunya dapat menimbulkan keresahan.

Sementara itu Hardi S Hood, yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa Indonesia harus terus bangkit, karena Indonesia adalah bangsa yang besar. Keberlangsungan Indonesia sangat bergantung kepada kualitas pemudanya.

"Pemuda merupakan ujung tombak keberlangsungan Indonesia, " tegasnya.

Kegiatan yang disejalankan dengan musyawarah kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan pelepasan santri RA dan PAUD.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026