
Ubi kayu berpotensi jadi sumber pendapatan dan pangan

Jakarta (ANTARA) - Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Robert Asnawi mengungkapkan ubi kayu berpotensi besar menjadi sumber pendapatan dan pangan berkelanjutan di Indonesia.
Robert menyebutkan lebih dari 80 persen hasil ubi kayu di Indonesia masih dijual dalam bentuk segar. Hal ini membuka peluang besar meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Terkait produktivitas, Robert mengatakan saat ini rata-rata sekitar 26 ton per hektare. Potensinya bisa mencapai 50 hingga 60 ton per hektare.
"Ubi kayu berpeluang besar menjadi substitusi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya di Jakarta, Rabu.
Menurutnya diperlukan transformasi menyeluruh meliputi peningkatan produktivitas melalui inovasi teknologi budidaya, penetapan harga berbasis kualitas secara transparan, serta penguatan kemitraan inklusif antara petani dan industri.
Selain itu, penerapan sistem tanam yang lebih efisien dinilai mampu meningkatkan hasil panen hingga lebih dari dua kali lipat. Petani pun dapat memanfaatkan lahan dengan sistem tumpang sari, seperti menanam jagung atau kedelai guna menambah pendapatan dan mengurangi risiko.
Model kemitraan inklusif menjadi kunci penting dalam transformasi ini. Industri tidak hanya berperan sebagai pembeli, melainkan mitra yang mendukung penyediaan bibit, sarana produksi hingga pendampingan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRIN: Ubi berpotensi jadi sumber pendapatan dan pangan berkelanjutan
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
