Logo Header Antaranews Kepri

Iran sebut ancaman AS serang fasilitas energi milik Iran sebagai 'kejahatan perang'

Senin, 6 April 2026 11:01 WIB
Image Print
Arsip foto - Bagian-bagian penting dari Jembatan B1 terlihat hancur setelah serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan lokasi tersebut di dekat Teheran, di Karaj, Iran, pada 03 April 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang fasilitas energi Iran merupakan "pengakuan kejahatan perang," kata Kementerian Luar Negeri Iran, Minggu (5/4).

“Menteri Luar Negeri Iran, juga menyinggung ancaman AS untuk menyerang fasilitas energi Iran, menyebut pernyataan tersebut sebagai pengakuan yang jelas atas tindakan kejahatan perang,” demikian pernyataan kementerian melalui Telegram, menyusul percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Baca juga: Mediator gagal capai gencatan senjata antara Iran dan AS

Menlu Iran itu menyeru Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk segera mengutuk serangan AS terhadap fasilitas Iran, mengingat Washington telah menyerang infrastruktur industri dan energi, pendidikan, medis, dan nuklir Iran sejak awal serangan militer ke Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Ancaman AS serang fasilitas energi termasuk kejahatan perang



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026