Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Harapkan Subsidi BBM Khusus

Senin, 8 Juli 2013 02:53 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Nelayan di pedalaman Kota Batam berharap pemerintah menyediakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk mereka yang sekarang terbeban berat akibat kenaikan harga silar dan bensin.

"Subsidi khusus untuk nelayan perlu diadakan karena kami amat bergantung pada minyak. Harga minyak naik, kami semakin susah," kata nelayan Pulau Terung Kota Batam Asman Usman di Batam, Sabtu.

Ia menjelaskan dalam satu kali melaut, nelayan membutuhkan dua kaleng bensin masing-masing ukuran 36 liter senilai Rp330.000. Artinya, sebelum melaut nelayan harus menyiapkan Rp660.000 untuk membeli bahan bakar, padahal penghasilan mencari ikan sering kali tidak sampai Rp600.000.

"Bagaimana bisa hidup, lepas (balik modal-red) pun tidak," kata dia.

Apalagi, harga bensin di pulau pedalaman relatif jauh lebih mahal dibanding di kota, yaitu sekitar Rp9.167 per liter, naik dari Rp7.222 per liter.

Menurut dia, jika pemerintah benar-benar prorakyat, seharusnya memberikan subsidi BBM khusus ke nelayan.

Nelayan Pulau Terung lainnya, Bakar bin Idris menyayangkan program dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat yang lebih dinikmati warga kota ketimbang nelayan di pedalaman. Padahal, menurut dia, yang paling terkena dampak kenaikan harga BBM adalah nelayan.

"Nelayan hidup dar mencari ikan pakai bensin, kalau di kota hanya untuk transportasi, tetapi nelayan justru tidak dapat BLSM," kata dia.

Dari 334 kepala keluarga RW 01 Pulau Terung, hanya 54 yang mendapat BLSM. Mayoritas nelayan tidak memperoleh bantuan tersebuth.

Ketua RW 01 Pulau Terung, Kelurahan Pulau Terung, Durmat mengatakan seharusnya dana BLSM disalurkan kepada 200 KK nelayan miskin.

Sementara itu, data dari Kantor Pos Batam, dari sekitar 36.000 KK yang berhak menerima dana BLSM, hanya sekitar 5.000 saja untuk warga pedalaman, selebihnya warga yang tinggal di Pulau Batam. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026