
Investasi energi hijau Proyek Vanda Solar & Battery senilai Rp800 T masuk kawasan BBK

Batam (ANTARA) - Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) dinilai semakin menarik minat investor global seiring pengembangan proyek energi hijau berskala besar yang diproyeksikan mampu mendatangkan investasi hingga 50 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp800 triliun.
Proyek Vanda Solar & Battery yang dikembangkan PT Vanda Energy Indonesia tersebut mengusung kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 2.000 megawatt (MW) dan sistem penyimpanan energi baterai 4.400 megawatt hour (MWh), menjadikannya salah satu proyek energi surya terbesar di Asia Tenggara.
Direktur PT Vanda Energy Indonesia, Enda Ginting, dalam keterangan yang diterima di Batam, Senin, mengatakan proyek tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi bersih, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak utama peningkatan investasi berbasis teknologi tinggi di kawasan BBK.
“Pengembangan energi hijau dalam skala besar ini akan memperkuat daya tarik kawasan BBK sebagai tujuan investasi global,” kata Enda.
Ia menyebutkan, dinamika pasar energi global yang tidak menentu turut mendorong pergeseran minat investor ke sektor energi terbarukan yang dinilai lebih stabil dan berkelanjutan.
Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik di wilayah Kepulauan Riau, proyek ini juga dirancang untuk mengekspor energi bersih ke Singapura.
Namun demikian, percepatan realisasi proyek masih bergantung pada proses perizinan ekspor listrik.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia guna mempercepat penerbitan izin ekspor, sehingga proyek dapat segera masuk tahap pengembangan lanjutan,” ujarnya.
Pada Januari 2026, PT Vanda Energy Indonesia juga menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Karimun yang mencakup pengembangan infrastruktur, perizinan, ketenagakerjaan, dan penyediaan energi bersih.
Proyek ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi berlipat bagi daerah, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterlibatan pelaku usaha lokal, serta penguatan ekosistem industri hijau.
Pemerintah Indonesia dan Singapura sebelumnya telah menyepakati kerja sama pengembangan energi bersih di kawasan, dengan BBK diposisikan sebagai pusat industri berteknologi tinggi yang ditopang oleh pasokan energi ramah lingkungan.
Sementara itu, Vanda RE merupakan perusahaan patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki Gurin Energy, pengembang energi terbarukan berbasis Singapura yang memiliki portofolio proyek tenaga surya, angin, dan sistem penyimpanan energi di sejumlah negara Asia.
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
