
Disdik Kepri sebut tingkat kelulusan siswa SMA/SMK/SLB capai 99,94%

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan tingkat kelulusan siswa SMA/SMK/dan SLB tahun ajaran 2025/2026 mencapai 99,94 persen dan 0,06 persen dinyatakan tidak lulus.
"Dari total 32.518 siswa kelas XII tersebar di 273 sekolah se-Kepri, sebanyak 32.499 siswa dinyatakan lulus, sementara 19 orang tidak lulus," kata Kepala Disdik Kepri Andi Agung di Tanjungpinang, Selasa.
Agung memerinci 19 siswa tidak lulus tersebut terdiri dari 18 siswa SMK akibat tidak mengikuti proses pembelajaran, kemudian satu siswa SMA yang hamil lalu menikah.
Ia menyebut Disdik Kepri bersama satuan pendidikan telah berupaya maksimal mendekati para orang tua maupun siswa bersangkutan agar tetap melanjutkan pendidikannya sampai selesai.
"Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya hambatan mendasar yang membuat 19 siswa ini terpaksa putus sekolah sebelum menuntaskan ujian akhir," ungkapnya.
Baca juga: Indosat bukukan kinerja positif kuartal I 2026, tumbuh 12 persen
Kendati demikian, lanjut Agung, Disdik Kepri tetap memberikan kesempatan kepada para siswa yang tidak lulus itu untuk melanjutkan pendidikan hingga selesai, yaitu melalui jalur Program Paket C atau mengulang kembali di kelas XII selama setahun.
Selain itu Disdik Kepri pun berkomitmen terus mendata anak-anak putus sekolah di Kepri supaya mendapatkan program pendampingan pendidikan yang berkelanjutan.
"Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap anak di Kepri mendapatkan hak akses pendidikan yang layak dan merata," ucapnya.
Selanjutnya Disdik Kepri turut meningkatkan pengawasan pada setiap satuan pendidikan SMA/SMK dan SLB untuk menekan angka ketidaklulusan siswa pada tahun ajaran berikutnya.
Adapun tingkat kelulusan siswa menengah ke atas di Kepri tahun ini yang sebesar 99,94 persen, tidak jauh berbeda dengan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 99,95 persen.
Baca juga: Kemenhub revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa Natuna
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
