Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Andi Agung menekankan tiap-tiap satuan pendidikan wajib membuat satu inovasi setiap tahunnya guna meningkatkan indeks inovasi daerah tersebut.
Agung menyebut instruksi itu diperkuat dengan terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri Nomor 38 Tahun 2025 tentang Inovasi Daerah. Sasarannya ialah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri serta satuan pendidikan di bawah naungan Disdik Kepri.
"Pergub itu jadi acuan satuan pendidikan, baik SMA/SMK dan SLB untuk terus berinovasi dalam meningkatkan daya saing lulusan dan kualitas pembelajaran siswa," kata Andi Agung usai pelantikan Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se-Kepri di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Rabu.
Baca juga: Harga turun 50%, industri pasir kuarsa Kepri minta penyesuaian kebijakan daerah
Agung menyebut dalam beberapa tahun terakhir, sudah banyak inovasi-inovasi yang dilahirkan satuan pendidikan di Kepri, yang memang lebih didominasi siswa SMK. Inovasi-inovasi ini berfokus pada solusi praktis untuk tantangan lokal.
Bahkan, menurutnya, dari beberapa inovasi tersebut berhasil meraih penghargaan di level lokal, regional hingga nasional. Misalnya, inovasi berupa mesin pengering ikan asin yang dikembangkan oleh SMKN 3 Tanjungpinang. Inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil laut lokal.
Selain itu, ada pula inovasi kue kering bergizi yang ditemukan pelajar dari Tanjungpinang dan memenangkan AHM Best Student 2025 tingkat regional Kepri, yang menunjukkan kreativitas siswa dan guru dalam bidang pangan dan kesehatan.
Berikutnya, sejumlah SMK di Kepri, termasuk di Batam, Lingga, Bintan, dan Karimun, telah menciptakan 16 karya inovasi teknologi tepat guna (TTG) yang berbeda. Ini mencakup alat pemotong bawang dan umbi-umbian, alat pengering ikan bilis, dan mesin penambal ban listrik.
Baca juga: Di Kepri, MBG mulai layani guru dan tenaga kependidikan
"Untuk inovasi di satuan pendidikan, terutama SMK sebenarnya sudah semakin baik. Kita terus mendorong SMA dan SLB di Kepri melahirkan lebih banyak inovasi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah," ujar Agung.
Dia turut berpesan kepada 41 Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB yang baru dilantik agar menjaga kekompakan internal serta berupaya maksimal mencetak SDM unggul dan berprestasi.
Selain itu, ia mengajak seluruh kepala sekolah menyukseskan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing lulusan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkup satuan pendidikan.
"Kepala sekolah yang dilantik hari ini dituntut bekerja lebih giat dalam memajukan dunia pendidikan di Kepri," demikian Andi Agung.
Baca juga:
Polda Kepri tangani 56 ribu panggilan pengaduan melalui layanan call center 110
Kapolda Kepri instruksikan jajaran kedepankan Restorative Justice

Komentar