Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna tanggung biaya MCU bagi penerima beasiswa Kementan

Rabu, 6 Mei 2026 16:54 WIB
Image Print
Bupati Natuna Cen Sui Lan (kerudung putih) bersama keluarga penerima beasiswa dan kepala unit kerja Pemkab Natuna di Kantor Bupati Natuna pada Rabu (6/5/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menanggung biaya Medical Check Up (MCU) atau pemeriksaan kesehatan bagi penerima beasiswa asal Natuna, dari Kementerian Pertanian (Kementan) di Politeknik Enjenering Pertanian Indonesia (PEPI) Serpong.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di Natuna, Rabu, mengatakan pada tahun ini terdapat satu anak petani dari Natuna yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke PEPI Serpong.

Ia adalah Vita Olivia. Vita lulus sebagai penerima beasiswa penuh jalur undangan dan anak petani.

Pemkab Natuna menanggung biaya MCU guna meringankan beban ekonomi keluarga Vita. Pemeriksaan dilakukan pada April 2026 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna. Hasil MCU digunakan sebagai syarat sebelum masuk kampus.

Agar Vita mendapatkan beasiswa itu kata dia, Pemkab Natuna juga telah mengeluarkan surat rekomendasi.

“Kita memberikan rekomendasi untuk membuat pihak perguruan tinggi percaya untuk memberikan beasiswa kepada penerima. Ke depan kita akan coba kerja sama dengan PEPI,” katanya.

Baca juga: Koperasi Rempang Eco City Batam mulai jual hasil ikan

Bupati Natuna Cen Sui Lan telah bertemu dengan Vita dan keluarganya pada Rabu pagi di kantornya. Dalam pertemuan tersebut, bupati memberikan motivasi agar Vita tetap semangat dan mampu menjaga nama baik daerah.

Ia menegaskan, Pemkab Natuna akan terus mendorong generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur beasiswa.

“Kami berharap Vita dapat belajar dengan baik dan menjaga diri selama di perantauan. Jangan sampai salah pergaulan,” ucap Cen Sui Lan.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali mengatakan penerima beasiswa bebas biaya pendidikan 100 persen, tinggal di asrama (wajib), dan ketika lulus diproyeksikan jadi agripreneur muda dan agen perubahan sektor pertanian.

Pendidikan yang diikuti lanjut dia, 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Ia menjelaskan, selain Vita sudah ada dua orang anak Natuna lainnya yang mendapatkan beasiswa serupa di kampus yang sama. Kedua penerima itu juga sebelumnya diberikan rekomendasi dan ditanggung biaya MCU selama proses seleksi.

"Total ada tiga orang, yang pertama di 2024, kemudian 2025, dan tahun in ,(2026)," katanya.

Sementara itu, Vita Olivia mengungkapkan proses seleksi beasiswa cukup menantang karena dilakukan secara nasional dan diikuti oleh ratusan peserta.

Namun, berkat dukungan berbagai pihak termasuk Pemkab Natuna dirinya bisa melewati semua dan berhasil lulus. Ia menyebut, akan mulai masuk kuliah pada September 2026.

Alhamdulillah saya berhasil lulus. Program yang saya ambil adalah diploma III,” ujar dia.


Baca juga: Imigrasi Batam masih dalami kasus penggerebekan ratusan WNA di Apartemen Baloi View



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026