
Tiga Meninggal Akibat DBD di Batam

Batam (Antara Kepri) - Tiga orang meninggal akibat tertular virus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Batam sepanjang Januari hingga Juli 2013, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal di Batam, Senin.
"Sepanjang 2013 ini ada tiga orang yang meninggal karena DBD, terakhir meninggal yang di Cik Puan hari Minggu kemarin," kata Kepala Dina Kesehatan Chandra.
Sedangkan jumlah kasus DBD sepanjang Januari hingga Juli 2013 mencapai lebih dari 50 kasus. Biasanya virus itu menyerang di pemukiman-pemukiman padat seperti Bengkong, Sagulung dan Batu Aji.
Mengenai kasus terakhir di Pemukiman Pasar Cik Puan, ia memastikan korban Dewi (13) terkena virus DBD setelah tim epidemologi langsung turun ke lapangan.
"Berdasarkan penyelidikan epidemologi, positif DBD," kata dia.
Memang, saat ini sebenarnya bukan musim penularan DBD, karena sedang kemarau, kata dia, namun, penularan virus berbahaya itu masih mungkin terjadi.
Untuk mengantisipasi penularan DBD, Dinas Kesehatan langsung melakukan pengasapan di sekitar tempat tinggal korban.
"Langsung fogging sore ini. Di sekitar tempat korban, radius berapa, itu ada hitungannya, saya lupa," kata dia.
Sepanjang tahun, Pemkot Batam menyiapkan dana untuk 450 kali pengasapan di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Dan sebagian di antaranya sudah dilakukan. Setiap kali penyemprotan, Pemkot mengeluarkan dana sekitar Rp2,5 hingga Rp3 juta.
Menurut Chandra, sebenarnya pengasapan itu berbahaya, karena yang dikeluarkan adalah racun, sehingga penggunaannya harus berhati-hati.
Ia meminta masyarakat lebih mengantisipasi penularan DBD dengan menjaga pola hidup bersih.
"Bagi yang punya dispenser, setiap berapa hari sekali itu harus dibersihkan, kalau tidak, bisa hidup jentik-jentik. Di pot tanaman juga, dan yang punya burung, airnya harus diganti," kata Chandra. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
