Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam lakukan deteksi dini kesehatan jiwa anak usia sekolah

Rabu, 13 Mei 2026 14:08 WIB
Image Print
Tenaga medis bersama anak-anak di sebuah sekolah di pulau penyangga Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan deteksi dini kesehatan jiwa anak dan remaja melalui pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah guna memastikan kondisi mental anak sudah terpantau sejak dini.

Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan program pemeriksaan tersebut menyasar anak usia 7 hingga 18 tahun melalui skrining kesehatan jiwa di sekolah-sekolah se-Kota Batam.

“Program yang ada di Dinkes adalah pemeriksaan anak usia 7 sampai 18 tahun dan kami memeriksa menggunakan instrumen Mini Mindhear Youth Scale (MMYS),” ujar Didi saat dihubungi di Batam, Rabu.

Baca juga: Pemkab Natuna imbau pedagang tidak jual miras di Pantai Piwang

Ia mengungkapkan, dari 9.255 anak yang diperiksa pada periode Januari hingga Maret 2026 ditemukan sebanyak 254 anak atau sekitar 2,7 persen terindikasi memiliki masalah kejiwaan.

“Data itu baru terdeteksi dini, belum terkonfirmasi gangguan jiwa karena masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan oleh psikolog atau psikiater,” katanya.

Menurut Didi, tren gangguan mental pada anak dan remaja memang meningkat secara global.

Di daerah seperti Batam, Dinkes Batam terus melakukan pemantauan melalui layanan kesehatan jiwa di puskesmas, rumah sakit, hingga sistem surveilans kesehatan.

“Memang banyak ditemukan masalah kejiwaan, cuma kami belum bisa merinci jenisnya karena harus dikonsultasikan lagi ke dokter ahli jiwa. Namun gangguan perilaku pada anak dan remaja mulai lebih sering terjadi,” ujarnya.

Baca juga: Kejari Batam hentikan 3 kasus lewat RJ dan 1 terkait kepentingan umum

Ia menegaskan, peningkatan angka yang terlihat saat ini tidak sepenuhnya berarti peningkatan kasus, tetapi juga menunjukkan deteksi dini yang semakin baik.

“Ini menjadi sinyal penting bahwa kesehatan mental anak harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya sektor kesehatan,” kata Didi.

Untuk menekan risiko gangguan kesehatan mental pada anak, Pemkot Batam menjalankan sejumlah langkah konkret, mulai dari penguatan pelayanan kesehatan jiwa di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) melalui Integrasi layanan primer (ILP), skrining dini bagi anak dan remaja, hingga edukasi kepada orang tua melalui posyandu remaja, sekolah, dan komunitas.

Selain itu, Dinkes Batam juga berkolaborasi dengan sektor pendidikan guna menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih ramah anak dan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik.

“Kami juga menyediakan layanan konseling serta kampanye kesehatan mental untuk mengurangi stigma, karena banyak kasus tidak tertangani akibat rasa takut atau malu,” ujarnya.

Baca juga: Cuaca Kepri hari ini 13 Mei: Batam hingga Natuna waspada hujan

Didi menilai orientasi pendidikan yang hanya berfokus pada nilai akademik berisiko melahirkan generasi yang unggul secara intelektual namun rapuh secara mental.

“Kalau indikator keberhasilan pendidikan hanya diukur dari nilai akademik, kita berisiko menciptakan generasi yang cerdas secara kognitif tetapi rapuh secara mental,” katanya.

Menurutnya, tekanan berlebihan, rasa takut gagal, hingga ketergantungan terhadap validasi eksternal menjadi dampak yang dapat muncul apabila kesehatan mental anak diabaikan.

Padahal, lanjut Didi, dunia saat ini lebih membutuhkan generasi yang memiliki daya tahan mental, kemampuan adaptasi, dan kecerdasan emosional.

“Kami memandang keberhasilan anak tidak boleh hanya diukur dari angka di rapor, tetapi juga dari kesehatan mental, kebahagiaan, dan kemampuan mereka menghadapi kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran orang tua menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental anak melalui pola asuh yang hangat, komunikasi terbuka, serta penerimaan tanpa syarat.

“Kalau tren ini tidak kita perbaiki bersama, kita memang berisiko melahirkan generasi yang terlihat hebat di atas kertas, tetapi mudah runtuh saat menghadapi tekanan kehidupan nyata,” tutupnya.

Baca juga:
Telkom Indonesia bukukan laba bersih sebesar Rp17,8 T

Pemkot Batam fokus bangun RKB atasi kekurangan kelas



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026