
Bea Cukai Kepri Relokasi Kapal Patroli

Karimun (Antara Kepri) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Provinsi Kepulauan Riau, merelokasi sejumlah kapal patroli untuk memaksimalkan patroli para perairan yang rawan penyelundupan.
"Ada beberapa kapal yang kita relokasi, seperti kapal patroli yang ditempatkan di Lingga kita tarik ke kanwil untuk dipindah ke daerah lain," kata Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri Agus Wahyono di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Agus Wahyono mengatakan relokasi kapal patroli bertujuan untuk memaksimalkan patroli pada titik-titik rawan penyelundupan.
"Penempatan kapal patroli baik dari ukuran, kecepatan dan jumlahnya didasarkan pada kebutuhan, kalau tingkat penyelundupannya rendah, maka kita kurangi dan kita alihkan ke tempat yang lebih rawan," kata dia.
Untuk kapal patroli berukuran besar, semisal kapal dengan panjang 25 meter, menurut dia diprioritaskan untuk melakukan patroli di perairan laut lepas dengan kondisi cuaca ekstrem, seperti perairan Natuna atau Laut China Selatan.
Sedangkan kapal berspesifikasi kecil, baik "speedboat" maupun kapal patroli dengan panjang di bawah 20 meter ditempatkan di perairan yang ramai dengan lalulintas kapal seperti Batam atau Karimun.
"Di Karimun tidak penggunaan kapal patroli besar tidak efektif, justru kapal kecil atau speedboat lebih efektif karena jarak tempuh yang tidak sampai 14 mil, apalagi di perairan Selat Philips yang berbatasan dengan Singapura yang membutuhkan kapal kecil dengan kecepatan tinggi," ucapnya.
Kapal patroli "cheetah" atau "bison" menggunakan mesin tempel berkekuatan 600 pk, menurut dia terbukti ampuh dalam mencegat kapal-kapal penyelundup di perairan yang jarak tempuhnya pendek.
Salah satu contoh, kata dia, adalah kapal patroli BC-15032 yang terbakar pekan lalu, kapal bermesin tempel itu sering diperbantukan untuk melakukan patroli di perairan Batam hingga Karimun.
BC-15032, kata dia, merupakan kapal patroli yang menangkap kapal isap pasir laut MV Heng Hong yang sempat disandera warga Kecamatan Moro pada Jumat (12/3), sebelum kapal tersebut terbakar bersama kapal patroli BC-15015 di dermaga Ketapang milik Kanwil BC Kepri di Kecamatan Meral, Karimun, Jumat (25/7).
"Terbakarnya dua kapal itu tidak mempengaruhi kegiatan patroli dan penindakan penyelundupan. Kami masih punya dua kapal baru yang siap menggantikan dua kapal yang terbakar itu. Selain itu, satu kapal dari Kantor Pelayanan dan Pengawasan BC Karimun juga sedang dalam tahap perbaikan," tambahnya. (Antara)
Editor: Zita Meirina
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
