
Arus Penumpang Tinggalkan Batam Masih Tinggi

Batam (Antara Kepri) - Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang mencatat jumlah penumpang meninggalkan Batam masih tinggi pada H+4 Lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah meski kota tersebut didominasi perantau.
"Hingga siang ini, jumlah penumpang yang meninggalkan Batam lebih banyak dibanding kedatangan. Yang keluar mencapai 1.600 yang datang hanya sekitar 1.500 orang," kata petugas Pelabuhan Domestik Sekupang Kota Batam, Mario Sihotang, Senin.
Ia mengatakan, sejak pagi arus penumpang yang meninggalkan Batam sangat tinggi. Beberapa kapal feri tujuan Dumai, Selatpanjang, Buton, Guntung, di Provinsi Riau penuh.
Kapal jarak dekat seperti tujuan Tanjung Balai Karimun, Pulau Buluh, Tanjungbatu di Kabupaten Karimun juga masih padat.
"Secara umum yang datang sejak selepas lebaran memang lebih banyak. Namun yang meninggalkan Batam lebih banyak," kata dia.
Sementara itu, ruang tunggu keberangkatan Pelabuhan Domestik Sekupang masih dipadati calon penumpang berbagai tujuan. Tidak semua calon penumpang kapal dapat duduk di kursi yang telah disediakan karena banyaknya masyarakat yang ingin ke pulau-pulau tujuan.
Calon penumpang juga masih nampak memadati tempat penjualan tiket di depan pelabuhan.
"Sampai sore kemungkinan penumpang yang meninggalkan Batam akan terus tinggi," kata Mario.
Sementara itu,lokasi ruang tunggu penumpang di halaman parkir pelabuhan telah dibongkar, namun kendaraan yang parkir masih menumpuk sehingga masih menganggu keluar masuk kendaraan ke halaman pelabuhan domestik Sekupang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengimbau semua pelaku pelayaran hati-hati karena kondisi di laut bisa berubah secara tiba-tiba.
Dalam situs resminya, BMKG menyatakan masih ada peluang terjadinya puting beliung dan gelombang tinggi di seluruh perairan Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
