Logo Header Antaranews Kepri

Bulog Natuna kendalikan harga beras melalui GPM

Jumat, 12 Juni 2026 13:34 WIB
Image Print
Pasar murah di Kecamatan Bunguran Timur pada 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Kepulauan Riau, berupaya mengendalikan harga beras Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah, dan Rumah Pangan Kita (RPK).

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian, dikonfirmasi dari Natuna, Jumat, mengatakan sepanjang 2026 pihaknya telah menyalurkan sekitar 12 ton beras melalui program GPM dan Pasar Murah. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Polres Natuna dan Pemerintah Kabupaten Natuna.

"Kami bersama Polres melaksanakan GPM mulai Januari hingga Maret dengan total penyaluran sekitar delapan ton beras. Sedangkan bersama Pemkab Natuna, baik melalui GPM maupun Pasar Murah, totalnya sekitar empat ton," ucapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut digelar di berbagai lokasi, mulai atas pulau-pulau penyangga, pulau terdepan, hingga di ibu kota kabupaten.

Menurutnya, GPM dan Pasar Murah dilaksanakan terutama saat terjadi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) atau ketika stok beras di pasaran mulai menipis.

Beras yang disalurkan merupakan beras medium dari stok pemerintah yang dikelola Perum Bulog. Kehadiran beras itu di pasar atau saat GPM, merupakan salah satu upaya pemerintah menciptakan kompetitor, untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia saat terjadi gejolak pasar.

"RPK merupakan mitra kami dalam menyalurkan beras kepada masyarakat. Kalau GPM atau Pasar Murah, kami turun langsung untuk menyalurkannya kepada masyarakat," kata Pencius.

Beras Bulog dipasarkan dalam kemasan lima kilogram dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp65.500. Namun, pada kegiatan GPM dan Pasar Murah, beras dijual seharga Rp58.000 per kemasan. Sementara melalui RPK, harga jual rata-rata masih berada di bawah HET.

"Setiap bulan rata-rata kami menyalurkan sekitar 100 ton beras, baik melalui RPK maupun GPM," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026