Logo Header Antaranews Kepri

Natuna-Anambas Rebutan Sumur Gas

Rabu, 21 Agustus 2013 19:03 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau saling memperebutkan sumur gas yang terletak di wilayah perbatasan antara kedua kabupaten itu.

"Belum ada titik temu perbatasan yang dirasakan pas bagi kedua derah," kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo di Batam, Rabu.

Ia mengatakan masing-masing pemerintah daerah memiliki versi sendiri terkait daerah perbatasan yang diperebutkan.

Seharusnya, kata dia, argumen terkait wilayah perbatasan itu bisa reda karena dalam UU pembentukan daerah sudah disebutkan batas masing-masing kabupaten, lengkap dengan koordinatnya.

Wagub meminta pemerintah kabupaten dan DPRD Natuna dan Kepulauan Anambas duduk bersama untuk menyelesaikan sengketa daerah perbatasan itu dengan pikiran jernih dan tidak mengutamakan ego sektoral.

Kedua pemerintahan diminta berpikir objektif dan bermusyawarah untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang baik.

"Hendaknya duduk bersama, lakukan musyawarah. Keduanya saudara juga," kata Soerya.

Namun, jika musyawarah antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas tidak membuahkan hasil, pemerintah provinsi bersedia untuk memfasilitasi.

"Bila diperlukan fasilitasi, pemprov akan turun, tapi coba dimusyawarahkan dulu," kata dia.

UU pembentukan daerah, kata dia, bisa dijadikan acuan dalam musyawarah agar hubungan Natuna dan Kepulauan Anambas yang dulunya tergabung dalam satu kabupaten itu tidak memanas.

Ia berharap Natuna dan Kepulauan Anambas bisa menemukan kesepakatan perbatasan yang saling menguntungkan.

Natuna dan Kepulauan Anambas merupakan dua kabupaten di utara Provinsi Kepulauan Riau yang menyimpan beberapa sumur gas alam yang disebut-sebut terbesar di dunia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026