
Pasien RSUD Batam Harus Antre Operasi

Batam (Antara Kepri) - Pasien yang hendak dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Batam harus menunggu dua bulan karena jadwal penggunaan kamar bedah sudah penuh hingga Oktober, kata Direktur RSUD Fadilah Malarangan.
"Bagi yang tidak 'urgent' harus 'indent', karena jadwal penggunaan kamar operasi sudah penuh sampai Oktober, tetapi bila harus disegerakan, tetap bisa dimajukan," kata Fadilah di Batam, Selasa.
Operasi yang tidak terlalu penting, kata dia, dapat dijadwal ulang sesuai dengan ketersediaan kamar, seperti operasi pengangkatan tahi lalat dan lainnya. "Tapi kalau misalkan dalam perkembangannya mengkhawatirkan, bisa dijadwal ulang, dimajukan," kata dia.
RSUD, kata dia, tetap mengutamakan pasien-pasien operasi yang harus segera dilakukan, berdasarkan pertimbangan dokter.
"Kalau yang 'urgent' harus segera dilakukan. Bisa dilakukan juga di Unit Gawat Darurat," kata dia.
Instalasi UGD di RSUD Embung Fatimah, kata dia, sudah dilengkapi ruang operasi. Sehingga bila pasien kecelakaan atau lainnya harus segera dioperasi, bisa langsung dilakukan di UGD.
Selain di UGD, RSUD Embung Fatimah memiliki empat ruang operasi. Setiap hari ruangan itu digunakan 15 sampai 18 kali operasi. Menurut dia, kebanyakan tindakan yang dilakukan adalah operasi sesar bedah kebidanan dan bedah tulang.
"Kebanyakan yang dioperasi di RSUD adalah orang miskin pengguna SKTM," kata dia.
Ia menyatakan meski kebanyakan pasien RSUD adalah orang miskin, namun pihaknya tetap memberikan pelayanan terbaik.
"Tidak ada pasien harus menunggu, diabaikan. Di tempat lain boleh, tapi di RSUD Batam itu tidak boleh terjadi. Keutamaan pasien menjadi nomor satu," kata dia.
RSUD Embung Fatimah Batam resmi naik peringkat menjadi tipe B pada Jumat (5/7) setelah mampu mengembangkan pelayanan rawat jalan dari 11 poliklinik menjadi 22 poliklinik, pelayanan rawat inap dari 108 tempat tidur jadi 209 tempat tidur.
Peningkatan kelas juga didorong penambahan penunjang medis di antaranya, laboratorium patologi anatomi, CSDD, CT Scan dan penambahan alat-alat laboratorium patologi klinik. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
