Logo Header Antaranews Kepri

BPS: Kota Batam Inflasi 0,90 Persen

Senin, 2 September 2013 21:11 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,90 persen pada Agustus 2013, lebih rendah dibanding Kota Tanjungpinang 1,10 persen.

"Indeks harga konsumen Kota Batam pada Agustus 2013 naik dari 133,75 pada Juli 2013 menjadi 134,96 pada Agustus 2013 atau terjadi inflasi sebesar 0,90 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau Dumagar Hutahuruk, di Tanjungpinang, Senin.

Ia menambahkan, perubahan harga pada 97 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Batam pada Agustus 2013.

Sebanyak 77 komoditas yang mengalami kenaikan harga atau tarif antara lain emas perhiasan, tarif listrik, kentang, kelapa, daging ayam ras, beras, cabai, daging sapi serta sejumlah barang dan jasa lainnya.

Sebaliknya, sebanyak 20 komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga seperti kacang panjang, tomat, minyak goreng, telur ayam ras, bawang putih, bawang merah dan sejumlah produk lainnya.

Sementara berdasarkan indeks harga konsumen, inflasi di Kota Batam disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 1,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,83 persen, kelompok sandang 3,38 persen, kelompok kesehatan 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 1,00 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,23 persen.

"Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami penurunan indeks sebesar 0,04 persen," ujarnya.

Laju inflasi tahun kalender (Januari - Agustus) 2013 di Kota Batam tercatat 5,59 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya 1,25 persen.

Sedangkan laju inflasi 'year on year' (Agustus 2013 dibanding dengan Agustus 2012) di Kota Batam sebesar 6,39 persen, lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya 2,51 persen.(Antara)


Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026