
Dandim: Kondisi Perbatasan Bintan Aman

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komandan Kodim 0315/Bintan Letkol Andi Asmara Dewa menyatakan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki satu pulau terdepan yang berbatasan dengan Malaysia dalam kondisi aman.
"Kondisi keamanan di Bintan kondusif, tetapi pengamanan tetap berjalan secara normal," kata Andi usai mengikuti upacara Hari Ulang Tahun TNI ke-68 di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Sabtu.
Ia mengemukakan, tidak ada personel TNI yang tinggal di Pulau Sentut, pulau terdepan di Bintan. Pengamanan dilakukan di kawasan berpenghuni di sekitar pulau terdepan.
Pengamanan dilakukan sekitar 100 orang personel TNI. Mereka ditugaskan selama sekitar setengah tahun, kemudian diganti oleh petugas lainnya.
"Strategi pengamanan di Pulau Sentut dilakukan sistematis. Untuk pengamanan laut dilakukan oleh TNI AL," ujarnya.
Menurut dia, pengamanan di setiap desa, termasuk yang berada di pulau terdepan sebaiknya dilakukan oleh Babinsa. "Kami berharap ke depan satu Babinsa mengamankan satu desa," katanya.
Andi mengatakan, upacara HUT TNI tahun ini tidak dilaksanakan di pulau terdepan. Upacara di Pulau Sentut maupun pulau terdepan lainnya di Kepulauan Riau hanya dilaksanakan saat peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Upacara HUT TNI di Kepri kali ini berpusat di Lapangan Pamedan Tanjungpinang. Seluruh perwakilan personil TNI dari markas kabupaten/kota melakukan upacara yang dihadiri Gubernur Kepri HM Sani.
"Kami berharap TNI semakin jaya, tetap menjadi bagian terdepan menjaga pertahanan NKRI," ujarnya.
Pulau Sentut merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Mapur yang secara administratif masuk dalam wilayah Desa Mapur Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, yang berada di perairan Selat Singapura berbatasan dengan Malaysia. Pulau terdepan ini tidak berpenghuni, tidak ada mercusuar dan terdiri dari bebatuan karang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
