Logo Header Antaranews Kepri

Natuna bentuk Satgas penanganan karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 14:40 WIB
Image Print
Rapat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla di Kantor Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (24/8/226). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, bersiap membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul meningkatnya intensitas kebakaran di wilayah tersebut.

Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Senin, mengatakan pembentukan satgas merupakan salah satu hasil rapat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan potensi karhutla yang digelar bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan Satgas nantinya melibatkan berbagai instansi terkait di daerah. Keberadaan Satgas dinilai penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terarah.

“Peristiwa ini perlu diselesaikan secara bersama. Oleh karena itu, kita bentuk Satgas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika mengatakan keberadaan Satgas akan mempermudah penanganan karhutla.

Ia menjelaskan dalam Satgas nantinya dibentuk sejumlah bidang yang diisi oleh personel dari masing-masing instansi dan lembaga terkait.

Bidang yang disiapkan, antara lain operasi, medis, serta informasi. Selain itu, juga akan ada pembagian wilayah kerja atau zonasi, sehingga petugas dapat bergerak lebih cepat menuju lokasi kebakaran.

Menurut dia, tim tersebut juga akan ditugaskan melakukan patroli dan edukasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat di zona masing-masing mengenai bahaya kebakaran serta sanksi hukum yang dapat dikenakan terhadap pihak yang menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Jadi nanti ada zonasi, kita bagikan tim per zona. Dengan demikian, penanganan lebih terarah,” katanya.

Menurut Raja, upaya pemerintah tersebut perlu didukung masyarakat. Dukungan yang diharap berupa tidak hanya melaporkan kejadian kebakaran, tetapi juga membantu melakukan penanganan awal dengan peralatan yang tersedia, selama tetap memperhatikan keselamatan.

“Kita harap masyarakat tidak lagi hanya menjadi pelapor, tetapi juga menjadi eksekutor sebelum tim datang, untuk mencegah api menyebar cepat,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026