
Massa Buruh "Sweeping" Panasonic Batam

Batam (Antara Kepri) - Massa aliansi buruh melakukan "sweeping" terhadap ribuan karyawan PT Panasonic Industrial Devices Batam Kawasan Industri Puri Industrial Park 2000 Batam Center, agar ikut unjukrasa.
"Ada lima orang yang mengaku sebagai perwakilan aliansi pekerja minta izin masuk untuk menemui manajemen. Setelah masuk dan bertemu manajemen, mereka minta semua karyawan ikut aksi unjukrasa di halaman Kantor Pemerintah Kota Batam," kata petugas pengamanan dari unsur TNI-AD yang menjaga kawasan tersebut, Rabu.
Ia mengatakan, tidak terjadi kekerasan dan pembahasan yang alot hingga akhirnya manajemen mengizinkan semua pekerja ikut unjukrasa dan meninggalkan seluruh pekerjaannya.
"Tidak ada aksi kekerasan apalagi anarkis. Buruh diizinkan keluar meninggalkan perusahaan untuk aksi," kata Zainudin salah seorang buruh saat keluar dari lokasi pabrik.
Sementara itu, di jalan depan perusahaan yang memiliki ribuan karyawan tersebut nampak ribuan buruh lain menunggu seluruh karyawan keluar.
Massa yang sebagian besar menggunakan sepeda motor dan membawa bendera serikat buruh mengawal seluruh pekerja untuk melakukan unjukrasa yang lokasinya sekitar 1,5 kilometer dari perusahaan tersebut.
Sejumlah karyawan PT Panasonic Industrial Devices nampak kebinggungan setelah keluar dari perusahaan.
"Kami tiba-tiba disuruh keluar. Kami nggak tahu kalau disuruh unjukrasa. Tapi kami pilih pulang saja," kata seorang buruh Sulis yang bergerombol bersama rekan-rekannya.
Seorang petugas polisi berseragam mengatakan, sebelum melakukan sweeping di PT panasonic Industrial Devices, massa buruh juga sempat berupaya melakukan hal serupa di Kawasan Industri Tunas Batam Centre namun gagal.
"Disana (Tunas) penjagaan super ketat. Mereka tidak berhasil menembus sehingga beralih ke sini," kata dia.
Sementara itu, puluhan Polisi Anti Huru-Hara Polda Kepri dengan kendaraan bermotor terus mengikuti pergerakan buruh.
Mereka terus menyisir kawasan-kawasan industri mengantisipasi aksi sweeping yang berujung kerusuhan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
