
Adopsi Teknologi Nelayan Masih Rendah

Lingga (Antara Kepri) - Rendahnya adopsi teknologi, kesulitan modal usaha serta lemahnya manajemen usaha merupakan permasalahan yang terus menerus dihadapi masyarakat nelayan sehingga tidak dapat meningkatkan kesejahteraan.
"Berbagai permasalahan tadi menyebabkan kehidupan nelayan dalam realitasnya menunjukkan kemiskinan," ujar anggota Komisi III DPRD Kepri Sofian Syamsir yang bertindak sebagai narasumber dalam penyuluhan dan pembinaan pengembangan kawasan yang diadakan DKP Kepri.
Selain itu, lanjut dia, rendahnya pengetahuan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan, mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan pesisir yang kian mengkhawatirkan.
"Untuk itu perlu terus diberikan penyuluhan dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan pelaku sektor usaha kelautan dan perikanan untuk mengorganisasikan dirinya dalam mengembangkan bisnis perikanan untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan tetap memperhatikan pelestarian fungsi lingkungan hidup," katanya.
Saat berdialog dengan masyarakat itu juga terungkap permasalahan lokal yang sedang dihadapi nelayan seperti hasil tangkapan, kondisi alat tangkap serta permasalahan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Kepri, DR. Eddiwan mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Penyuluhan dan Pembinaan Pengembangan Kawasan adalah untuk memberikan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan.
Selain itu pada kesempatan ini juga dilakukan sosialisasi mengenai Pengembangan Kawasan Minapolitan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Natuna, Lingga dan Anambas khususnya di desa-desa nelayan yang terisolir, memiliki akses informasi dan transportasi terbatas sehingga komunikasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat terus dilaksanakan.
"Minapolitan adalah konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip-prinsip: integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi," ujar Eddiwan.
Menurut dia, diwilayah Kepri saat ini sedang dijadikan percontohan konsep kawasan minapolitan yakni Lingga, Natuna dan Anambas.
Ia mengingatkan masyarakat dalam menentukan keberhasilan dari konsep pengembangan kawasan peisisir ini agar masyarakat nelayan kehidupannya lebih sejahtera.
"Kelak, nelayan paham dengan penerapan teknologi baik dalam penangkapan ikan maupun budidaya sehingga bertdampak pada kesejahtraan," katanya. (Antara)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
