
Enam desa di Kepri jadi sasaran proyek penguatan ekonomi biru berbasis alam

Tanjungpinang (ANTARA) - Proyek penguatan ekonomi biru melalui solusi berbasis alam yang berkelanjutan untuk perikanan skala kecil atau disebut BLUE SUN SFF menyasar enam desa di dua kabupaten, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Keenam desa sasaran, yaitu desa Sebong Pereh, Sebong Lagoi, dan Berakit di Kabupaten Bintan. Lalu, Desa Benan, Temiang dan Tajur Biru di Kabupaten Lingga.
"Proyek ini akan berlangsung selama dua tahun, dimulai pada November 2025 hingga Oktober 2027," kata Akbar Ario Digdo selaku CEO YAPEKA pada acara Kick off Meeting BLUE SUN SFF di Kota Tanjungpinang, Kepri, Selasa.
Baca juga: Wali Kota Batam soroti pasokan andal listrik dan air tarik investasi daerah
YAPEKA yang merupakan Yayasan Pendidikan dan Konservasi Alam itu menjadi salah satu penerima bantuan hibah COAST Facility Indonesia untuk mengelola kegiatan BLUE SUN SFF.
Akbar menyampaikan Kick off Meeting bertujuan mensosialisasikan ringkasan kegiatan proyek BLUE SUN SSF kepada para pemangku kepentingan terkait, lalu mensosialisasikan hasil assessment kegiatan awal berupa dokumen State of The Coast Bintan dan Lingga, serta mensosialisasikan ringkasan hasil kegiatan pemetaan partisipatif di enam desa lokasi sasaran.
"Dalam pelaksanaan proyek ini, diawal kami melakukan kajian status pengelolaan wilayah pesisir dan pemetaan partisipatif agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, dengan menghargai kearifan lokal," ujarnya.
Baca juga: Pipa gas WNTS Pulau Pemping Batam resmi masuk tahap konstruksi
Sementara, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) La Ode Muhammad Faisal mengapresiasi program BLUE SUN SFF sejalan dengan program konservasi ekosistem pesisir serta program pemberdayaan masyarakat nelayan perikanan skala kecil di wilayah maritim tersebut.
Ia optimistis program ini memberikan manfaat pengetahuan sekaligus peluang peningkatan ekonomi pada lokasi desa-desa sasaran di Bintan dan Lingga.
"Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah, terutama rencana aksi nasional pengelolaan perikanan skala kecil di Indonesia," ungkapnya.
Baca juga: Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
Senada, Kepala Tim Kerja Pengolahan Data dan Informasi Kenelayanan pada Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Ilham menyatakan program BLUE SUN SSF yang diimplementasikan YAPEKA selaras dengan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (RAN-PPSK) yang merupakan program dari KKP sejak Oktober 2025.
Ia berharap melalui kegiatan ini, semua pihak terkait berpartisipasi aktif melangkah bersama menyejahterakan nelayan perikanan skala kecil di Indonesia.
"Khususnya di desa sasaran, dengan adanya program BLUE SUN SFF diharapkan ekonomi warga, terutama nelayan kecil semakin meningkat dan sejahtera," demikian Ilham.
Baca juga: Gubernur Kepri kecam pelaku pembuang minyak hitam perlu ditindak tegas
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
