DKP Kepri : 900 ribu hektare siap jadi lokasi pengembangan pangan laut

id kepri batam,dkp kepri,perikanan budidaya,blue food seafood

DKP Kepri : 900 ribu hektare siap jadi lokasi pengembangan pangan laut

Kepala DKP Kepri Said Sudrajad. (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) mencatat terdapat lebih dari 900 ribu hektare wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan budaya pangan laut (sea food)..

Kepala DKP Kepri Said Sudrajad mengatakan penilaian tersebut merupakan hasil kajian mendetail terhadap karakteristik perairan di seluruh wilayah Kepri, termasuk analisis per koordinat dan kawasan.

“Dari hasil kajian itu, ada lebih dari 900 ribu hektare yang cocok untuk pengembangan budidaya sea food. Sekarang kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha masyarakat untuk memanfaatkannya,” ujar Said saat dikonfirmasi di Batam, Senin.

Menurutnya, produksi perikanan di Kepri saat ini mencapai sekitar 378 ribu ton per tahun yang terdiri dari sekitar 339 ribu ton hasil tangkap dan sekitar 39 ribu ton hasil budidaya.

Komoditasnya meliputi ikan, udang, kepiting, rumput laut, hingga biota khas seperti gonggong.

Said menuturkan, rumput laut menjadi komoditas yang berpotensial dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa diolah menjadi berbagai produk turunan.

Baca juga: Amsakar nilai naiknya PMDN pertanda investor lokal menguat

“Rumput laut ini bisa jadi bahan baku untuk makanan, kosmetik, kesehatan, bahkan biofuel. Ada lebih dari 200 sampai 300 produk turunannya, dan pengembangannya relatif mudah serta tidak membutuhkan biaya tinggi,” katanya menjelaskan.

Ia menambahkan, Kepri memiliki keunggulan geografis untuk mengembangkan pangan laut karena kondisi perairannya stabil dan cocok bagi berbagai jenis budidaya.

“Di hampir semua hamparan laut bisa dilakukan budidaya untuk rumput laut ini karena tahan terhadap suhu, arus, dan salinitas. Ini sesuai dengan karakter wilayah dan kebiasaan masyarakat pesisir kita,” katanya.

Saat ini, DKP Kepri juga mencatat di Kepri terdapat lebih dari 45 ribu pelaku usaha perikanan yang mulai dari nelayan kecil dengan kapal tanpa motor hingga kapal berkapasitas 30 GT.

“Belum lagi jika kita tambahkan buruh nelayan, yang bekerja di sektor budidaya air laut, payau dan air tawar. Lebih dari 80 ribu rumah tangga bekerja dalam sektor perikanan,” ujarnya.

Said berharap pengembangan budidaya laut ini dapat menjadi bagian dari konsep “blue food” atau pangan biru, yaitu pemenuhan kebutuhan protein hewani dan nabati yang berkelanjutan dari hasil laut.

Baca juga: Wakapolda Kepri: Keteladanan Pahlawan menjadi inspirasi Polri

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE