
Fotografer Tribun Jadi Korban Sweeping Buruh

Batam, (Antara Kepri) - Argiyanto Danugroho, Fotografer Tribun Batam menjadi korban pemukulan saat meliput bentrokan antara polisi dan buruh yang hendak melakukan "sweeping" di Kawasan Industri Cammo Industrial Park Batam Centre, Senin sore.
"Saya mau ambil foto dihalang-halangi petugas polisi. Setelah saya tunjukan pengenal, petugas itu mengizinkan. Namun ada orang lain yang tiba-tiba datang menghalangi dan memukul perut saya," kata Argi di Batam, Senin.
Argi mengatakan, masih merasa nyeri pada bagian perut yang terkena pukulan.
"Sampai sekarang masih merasa nyeri," kata dia.
Ia mengatakan, seusai memukul pria yang menutupi wajahnya tersebut langsung meninggalkan lokasi.
"Waktu itu sedang bentrok antara buruh yang mau sweeping dengan polisi yang berjaga," kata dia.
Argi mengatakan, waktu itu ratusan buruh yang baru selesai unjukrasa di halaman Kantor Wali Kota Batam berbelok dan memaksa masuk kawasan Cammo.
"Awalnya polisinya belum banyak. Buruh sempat masuk dan memaksa ribuan buruh meninggalkan pekerjaannya," kata dia.
Saksi mata, Delmawan dari Haluan Kepri sempat meminta orang tersebut tidak asal pukul.
"Waktu itu rata-rata petugas yang ada disana. Tapi orang dibiarkan saja pergi, tidak ada upaya penangkapan," kata Del.
Polisi juga mengamankan belasan orang diduga sebagai provokator aksi sweeping. Polisi juga mengamankan sejumlah motor pelaku. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
