
Batam Inflasi 0,62 Persen

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat Kota Batam pada November 2013 terjadi inflasi sebesar 0,62 persen.
"Dari 16 kota di Sumatera, sebanyak 10 kota mengalami inflasi, salah satunya di Batam. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 1,39 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,03 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Dumagar Hutauruk, di Tanjungpinang, Selasa.
Sebaliknya, pada enam kota lainnya di Sumatera terjadi deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,88 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,02 persen.
"Inflasi di Batam relatif kecil dibanding kota lainnya," ujarnya.
Hutauruk mengemukakan, indeks harga konsumen Batam pada November 2013 naik dari 136,04 pada Oktober 2013 menjadi 136,89 pada November 2013 atau terjadi inflasi sebesar 0,62 persen. Perubahan harga pada 103 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Kota Batam pada November 2013.
Sebanyak 82 komoditas diantaranya yang mengalami kenaikan harga, antara lain kaos kutang, kembang kol, sawi hijau, bawang merah, pepaya, tomat buah, tukang bukan mandor, tomat sayur, bahan pelumas/oli, bayam, cabai merah, kangkung, kol putih/kubis, gado-gado, gula merah, kayu lapis, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, mie basah, jeruk nipis, angkutan udara, dan garam.
Sebaliknya, 21 komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga, seperti timun, cabai hijau, kacang panjang, cabai rawit, bihun, minuman ringan, ikan bawal, ikan selar, daging ayam ras, ikan bandeng, buncis, udang basah, semangka, makanan ringan, susu bubuk, televisi berwarna, telur ayam ras, labu siam/jipang, bir, penyegar ruangan, dan sotong.
"Inflasi di Batam dipengaruhi perubahan harga pada 103 barang dan jasa," ujarnya.
Sementara berdasarkan pengelompokannya, inflasi di Batam disebabkan kenaikan indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 1,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,77 persen, kelompok sandang sebesar 0,25 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,56 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Januari - November) 2013 di Kota Batam sebesar 7,10 persen dan laju inflasi 'year on year' (November 2013 dibanding dengan November 2012) di Kota Batam sebesar 7,80 persen.
Lau inflasi tahun kalender (Januari - November) 2013 di Kota Batam tercatat sebesar 7,10 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 1,36 persen. Sedangkan laju inflasi 'year on year' (November 2013 dibanding dengan November 2012) di Kota Batam sebesar 7,80 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,45 persen. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
