
Pusat Perdagangan Batam Tutup saat Imlek

Batam (Antara Kepri) - Sebagian pusat perdagangan dan niaga kawasan Jodoh, Nagoya, Baloi, Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat yang bertepatan pada Hari Raya Imlek 2565, tutup.
Deretan pertokoan dan tempat-tempat usaha yang biasanya ramai dikunjungi warga Batam dan wisatawan mancanegara, sebagian besar tutup ditinggal mudik pemiliknya merayakan Imlek.
Sebagian besar kios di pasar-pasar tradisional juga masih tutup, pengunjung pasar juga tidak ramai.
"Pemiliknya pulang kampung untuk merayakan Imlek. Meraka akan buka kembali empat atau lima hari lagi," ujar petugas keamanan kawasan Sari Jaya, Ruslan.
Ia mengatakan, sejak tiga hari menjelang Imlek satu persatu toko mulai ditinggal mudik pemiliknya.
"Rata-rata pemiliknya memang warga Tionghoa. Mereka juga memiliki tradisi mudik saat Imlek seperti masyarakat Muslim saat Lebaran Idul Fitri," kata dia.
Untuk pertokoan atau kios-kios yang masih buka, kata Ruslan, pada umumnya milik warga Batam atau warga yang tidak merayakan Imlek.
Berbeda dengan pertokoan dan pusat niaga, sejumlah Mal yang tetap buka penuh sesak dikunjungi warga Batam dan wisatawan asing untuk menghabiskan hari libur.
"Yang buka hanya mal, toko-toko lain diluar mal banyak yang tutup. Kalau di sini kami bisa menghabiskan liburan sekaligus belanja," kata warga Batam, Dian.
Sejumlah mal di Batam yang ramai pengunjung diantarannya Mega Mal dan Kepri Mal Batam Centre, BCS Mal Baloi, Nagoya Hil Nagoya.
Sementara itu, di Pelabuhan Internasional Batam Centre ramai warga asing yang ingin menghabiskan liburan di Batam.
Kepadatan namapak di pintu kedatangan hingga jalan layang penghubung menuju Mega Mal.
Sejumlah bus pariwisata ukuran besar nampak mengantre di parkiran pelabuhan menunggu pengunjung dari luar negeri yang belum tiba di Batam.
Kamis (30/1), Otoritas Pelabuhan Domestik Sekupang Batam mencatat sekitar 14.000 orang meninggalkan Batam sejak Selasa (28/1).
Sementara itu, Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat kenaikan penumpang yang meninggalkan Batam hingga 8,3 persen. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
