Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Kaji Izin Pembangunan Patung Usman-Harun

Jumat, 14 Februari 2014 22:34 WIB
Image Print
Logo BP Batam (antarakepri.com)

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam masih mengkaji perizinan pembangunan patung pahlawan nasional Usman dan Harun yang digagas Kamar Dagang dan Industri Daerah Batam untuk mengenang jasa keduanya yang meninggal di tiang gantung peradilan Singapura.

"Kami kaji dulu," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Kawasan Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Jumat.

Kadin Batam berencana membangun patung Usman dan Harun di sekitar Simpang Jam atau jalan protokol lain sebagai penghormatan kepada prajurit TNI yang menyusup ke Singapura itu.

Sebagai pemegang hak kelola lahan di Batam, maka perlu izin BP Batam untuk mendirikan segala jenis bangunan di sana, kata Djoko.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian BP Batam dalam mengkaji perizinan patung Usman Harun, di antaranya estetika, menjaga hubungan baik dengan pemerintah Singapura serta lokasi Batam yang berdekatan dengan negara tetangga itu.

Apalagi banyak penanam modal dari Singapura yang berinvestasi di Batam.

Meski di lain sisi, ia mengatakan Usman dan Harun adalah pahlawan nasional yang harus dikenang dan dihormati.

Sementara itu, warga Batam Parulian menilai rencana Kadin Batam membangun patung Usman dan Harun sangat aneh.

"Kadin itu kumpulan pengusaha, urus saja usaha, kenapa lari ke politik yang menjadi urusan pemerintah pusat. Enggak usah manas-manasi hubungan dua negara yang sudah baik, apalagi kita di perbatasan," kata dia.

Menurut dia, seharusnya Kadin lebih bijak menyikapi hubungan Indonesia dan Singapura yang menjadi kurang baik, bukan membuat tambah buruk.

"Soalnya, di Batam ini banyak penanam modal dari Singapura, Kadin tahu itu. Bagaimana kalau dipanas-panasi lalu mereka jadi menarik modal," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026