
Massa dan Polisi Natuna "Bentrok"

Natuna (Antara Kepri) - Akibat tak puas dengan hasil Pemilu 2014, sejumlah massa melakukan protes ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Natuna.
Mereka minta agar KPU Natuna dibubarkan, namun usaha mereka dihalangi pasukan Dalmas dan Polmaskot dari Polres Natuna, sehingga terjadi bentrokan dan keributan.
"Ini cuma latihan pengamanan pemilu. Hal ini dilakukan agar pemilu DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten di Natuna berjalan dengan aman dan lancar," ungkap Kapolres Natuna AKBP Anton Setyiawan usai menyaksikan simulasi pengamanan pemilu 2014 di Pantai Kencana Ranai, Natuna, Jumat.
Anton menuturkan, simulasi pengamanan dilakukan sesuai peran skenario yang telah dibuat. Cerita berawal dari adanya demonstrasi oleh Aliansi Pengawal Pemilu yang menuntut KPU Natuna dibubarkan. Mereka menilai telah terjadi kecurangan dalam penghitungan suara.
"Demonstrasi yang awalnya tertib menjadi memanas setelah ada provokasi. Bahkan ada demonstran yang melempari batu dan benda keras ke arah polisi. Secara bertahap, polisi melakukan pengamanan sesuai prosedur, dan akhirnya massa dapat dikendalikan," ujar Anton
Dikatakan Anton, dalam melakukan pengamanan ini, ada dua hal yang harus diketahui oleh personelnya, yaitu tata cara dan langkah-langkah yang akan diambil, namun tak boleh keluar dari aturan.
"Yang utama adalah pemahaman anggota, sehingga mereka paham apa yang akan dilakukan, boleh atau tidak, serta apakah sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan yang terpenting adalah pelaksnaan pemilu berjalan aman dan tetap kondusif," tegasnya.
Kemudian kata Anton, pihaknya dalam pelaksanaan pemilu nanti, siap menerjunkan 201 personel, dimana di setiap TPS akan ditempatkan satu hingga 2 orang, tergantung tingkat kerawanan.
"Di Natuna ada 158 TPS, dan setiap TPS akan ditempatkan satu atau dua personil serta di bantu juga oleh 316 Linmas/Hansip. Kita berharap, semoga iven 5 tahunan ini berjalan lancar, aman, jujur, adil, bebas dan rahasia," pungkasnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
