Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota Batam Khawatirkan Pelaksanaan AFTA

Senin, 17 Maret 2014 21:56 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Kepulauan Riau Ahmad Dahlan mengaku khawatir warganya tidak dapat bertahan dalam persaingan ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) tahun 2015.

"Saya khawatir betul, kalau kami menghadapi negara yang agresif, kami tidak bisa bertahan," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Senin.

Namun, kata dia melanjutkan, bagaimana pun juga AFTA tetap harus dilaksanakan di Batam. Jika tidak, maka Indonesia bisa diisolasi dari pergaulan internasional.

Untuk meningkatkan kualitas pekerja menghadapi AFTA, Wali Kota mengatakan memperpanyak pembangunan sekolah menengah kejuruan, mendorong sertifikasi tenaga kerja dan pendirian kursus-kursus keahlian.

Selain itu, Wali Kota terus melakukan sosialisasi pelaksanaan AFTA kepada masyarakat, agar bersiap-siap menghadapi persaingan antarwarga negara ASEAN.

Menurut Wali Kota, selama ini pemerintah pusat kurang melakukan sosialisasi AFTA di daerah.

"Padahal yang melaksanakan daerah. Pemerintah hanya buat kebijakan saja," kata dia.

Pada 22 Maret 2014, Pemkot Batam melakukan sosialisasi AFTA dalam seminar "Batam Menyongsong Era AFTA 2015," dengan pembicara pengamat ekonomi Tantri Abeng.

"Tujuan dari seminar ini untuk menyosialisasikan masyarakat batam, profesional, pelaku usaha, dokter, ikatan guru, akuntan semuanya, tentang AFTA," kata Wali Kota.

Sebelumnya, Ketua Kadin Kepri Soraya Djayakusuma mengatakan usaha Kecil Menengah (UKM) Kepri siap menghadapi tantangan persaingan AFTA.

Menurut dia, selama ini UKM di Kepri juga sudah terbiasa berhubungan dengan dunia internasional, mengingat lokasi geografisnya yang berbatasan dengan empat negara tetangga, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

"Apalagi selama ini sudah ada hubungan Sijori (Singapura Johor Riau-red)," kata dia.

UKM Kepri juga terbiasa menjajakan hasil kreasinya di pasar-pasar internasional dalam pameran-pameran yang diselenggarakan di Singapura.

Beberapa UKM di Kepri bahkan sudah memiliki pasar sendiri di Singapura, seperti produksi bawang goreng dan penganan yang terbuat dari olahan gonggong dan buah naga. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026