Logo Header Antaranews Kepri

KKP Dorong Budi Daya Kerapu di Kepri

Minggu, 4 Mei 2014 12:42 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong budi daya ikan kerapu di wilayah Perairan Kepulauan Riau karena dianggap sangat potensial untuk pengembangan ikan berharga mahal itu. kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian KP Saut P Hutagalung.

"Di Kepri paling potensial kerapu dan perairannya cocok, sekarang ini sedang didorong untuk Kerapu, karena pasarnya potensial," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut P Hutagalung di Batam.

Pasar ikan kerapu di dunia sangat tinggi dan potensial untuk dikembangkan. Sementara tidak semua perairan cocok untuk budi daya kerapu.

Menurut dia di Kepri, KKP sudah berhasil mendorong pendirian beberapa kelompok budi daya kerapu. Namun, belum semua berhasil.

Saut Hutagalung mengatakan, keberhasilan dari budi daya kerapu tergantung indukan yang diambil dari laut. Jika indukannya memiliki kualitas baik, maka budi daya kemungkinan berhasil.

"Butuh induk berkualitas. Budi daya tergantung kualitas induk," kata dia.

Mengenai kerapu jenis Napoleon, ia mengatakan sampai sekarang perdagangannya masih dibatasi, karena termasuk jenis yang dilindungi.

Produksi ikan Napoleon, kata dia, masih harus izin Kementerian.

Sementara itu KKP mempromosikan peluang usaha dan investasi menetapkan arah kebijakan dan strategi pembangunan kelautan melalui industrialisasi perikanan melalui Indonesia Marine and Fisheries Investment Expo 2014.

Pameran itu, sekaligus memfasilitasi para pihak dan calon investor untuk melakukan transaksi bisnis dan penjajakan bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Sebanyak 50 anjungan dari perwakilan seluruh provinsi dan 16 kabupaten kota ikut memamerkan berbagai produk olahan hasil laut dalam pameran 2-5 Mei 2014.

Selain pameran, kementerian juga mengadakan forum bisnis yang diikuti pelaku usaha perikanan dalam negeri, Kadin dan Dinas Kelautan dan Perikanan dari berbagai provinsi. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026