Logo Header Antaranews Kepri

Terhentinya Sky Tidak Berdampak di Batam

Rabu, 7 Mei 2014 12:40 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyatakan berhentinya penerbangan Sky Aviation sejak Maret 2014 tidak berdampak besar terhadap penumpang di bandara yang menjadi penghubung maskapai tersebut.

"Pengaruhnya sedikit sekali, karena rata-rata rute Sky Aviation juga diterbangi maskapai lain. Walaupun Sky Aviation berhenti beroperasi namun penumpang juga tumbuh hingga 14,4 persen pada triwulan pertama 2014," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Rabu.

Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan bandara yang dikelola langsung oleh BP Batam dan Kementerian Perhubungan, bukan oleh PT Angkasa Pura layaknya bandara lain.

"Maskapai lain bisa melayani seluruh penumpang pada rute yang ditinggalkan Sky Aviation. Sehingga tidak begitu berdampak," kata dia.

Djoko berharap, maskapai tersebut segera beroperasi kembali dan tetap menjadikan Batam sebagai penghubung bagi penerbangannya.

"Saat ini satu pesawat Jenis Sukhoi Superjet-100 masih terparkir di Hang Nadim Batam. Mudah-mudahan akan segera diterbangkan lagi," kata Djoko.

Sky Aviation pada 2013 gencar menambah penerbangan dari Batam dengan memanfaatkan pesawat Sukhoi Super Jet 100 terbaru berkapasitas 98 pnumpang, Boeing 737-300 berkapasitas 115 penumpang, dan Foker-50 berkapasitas sekitar 50 penumpang.

Rute yang sempat diterbangi Sky Aviation dari Batam antara lain, Pontianak, Natuna, Anambas, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Palembang.

Selain Sky Aviation, rute Batam-Pontianak juga diterbangi Lion Air dan Xpress Air yang juga berheti beroperasi dari Batam sejak Februari. Batam-Natuna diterbangi Wings Air, Batam-Pangkal Pinang diterbangi Sriwijaya Air, Batam-Lampung diterbangi Garuda Indonesia dan Batam-Palembang diterbangi Citilink.

Pada 19-21 Januari 2014, maskapai Sky Aviation menghentikan semua penerbangan sementara dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Setelah kembali beroperasi, pada pertengahan Maret Sky Aviation menghentikan seluruh penerbangan di Indonesia dan belum memberikan kepastian terbang kembali. (antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026