
Pemkab Anambas Masih Raih WDP

Anambas (Antara-Kepri) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas hingga saat ini masih mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPKRI terhadap penggunaan dan penyusunan laporan keuangan Daerah.
"Kita kembali mendapatkan WDP yang kita terima hasilnya pada Jumat (6/6) awal bulan kemarin, ungkap Sekda Kepulauan Anambas Radja Tjelak Nur Djalal, Rabu di Tarempa.
Masalah administrasi sudah dikelola dengan baik, namun kendalanya pada pengelolaan aset daerah, "Kalau masalah administrasi sudah bagus. Ada beberapa hal memang yang masih harus dibenahi. Paling masalah aset sajalah," terangnya.
Meskipun mendapatkan predikat WDP lagi, namun catatan-catatan yang diberikan oleh BPK RI sudah mulai berkurang, artinya Kabupaten Anambas telah mampu berbenah sedikit demi sedikit.
"Walaupun mendapat WDP, tapi harus diingat bahwa catatan-catatan yang diberikan sudah jauh berkurang. Artinya kita selalu berupaya untuk memperbaiki sistem administrasi dan pengelolaan keuangan kita," ujarnya
Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin juga menbenarkan bahwa masalah aset menjadi catatan dari BPK-RI. Namun di Anambas ini, perlu pemahaman bersama terkait masalah tersebut.
"Kemaren itu kita sudah hampir mendekati WTP. Tapi mengenai aset ini kita sudah seperti memakan buah simalakama. Kabupaten induk menyerahkan aset kepada kita, seperti misalnya kendaraan dinas untuk desa dan sebagainya, tapi benda itu tak nampak lagi," ungkap Bupati.
Pengelolaan dana bergulir juga menjadi catatan penting yang diberikan BPK-RI dalam laporan Keuangan pemerintah Daerah. Dia mengimbau kepada pihak legislatif agar kiranya ada penganggaran untuk apraisal ke depannya.
"Memutihkan aset itu tidak bisa kita lakukan sendiri, harus disertai oleh tim Apraisal. Selain aset, ada juga catatan mengenai dana bergulir yang diberikan oleh BPK RI," katanya pada saat Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2013.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris sebenarnya malah sempat optimis bahwa Anambas akan mendapatkan predikat WTP dari BPK-RI. "Kalau untuk yang baik itu harus optimis. Tapi kalau memang belum dapat, ya kita akan tetap usahakan memperbaiki kedepannya," katanya .
Dijelaskannya , yang paling berat adalah mengenai aset, terutama menerima dan mengurus aset dari Natuna. memang agak sulit memantau aset yang dikelola sejak zaman
Natuna dulu dalam waktu singkat.
"Ketika masih diurus oleh Natuna tentu ada beberapa kelemahan yang dilakukan. Ini yang mau kita pantau semua, mana mampu dalam waktu yang sempit. Tapi pelan-pelan kita coba perbaiki, terutama dana bergulir yang sudah mulai diperbaiki," tandas. (Antara)
Editor: Evy R. Syamisr
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
