
Kinerja Perbankan Kepri pada Mei Melambat

Batam (Antara Kepri) - Kinerja perbankan secara tahunan di Provinsi Kepulauan Riau pada Mei 2014 melambat dibandingkan bulan sebelumnya, kata Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka di Batam, Rabu.
Perlambatan itu terjadi pada aset perbankan, kredit perbankan, penyaluran kredit UMKM serta sistem pembayaran dilihat dari RTGS dan nilai kliring.
BI mencatat aset perbankan di Kepri Rp47,44 triliun, atau tumbuh 17,23 persen "yoy", menurun dibandingkan April 2014 yang mencatat pertumbuhan 17,87 persen.
Kredit perbankan Kepri sampai dengan Mei 2014 tercatat Rp31,55 triliun atau tumbuh 17,58 persen yoy, lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 19,26 persen yoy.
Sedangkan penyaluran kredit UMKM di Kepri periode 2014 sebesar Rp8,5 triliun atau tumbuh melambat 12,72 persen yoy dibandingkan bulan lalu yang mencapai 21,76 persen yoy.
Perkembangan sistem pembayaran juga mengalami penurunan, terlihat dari RTGS dan nilaikliring yang menurun.
Transaksi RTGS Mei 2014 sebesar Rp8,16 triliun menurun -0,97 persen yoy dan masih terkonsentrasi di Kot Batam dan Tanjungpinang.
Nominal kliring pada Mei 2014 tercatat Rp1,51 triliun menurun -0,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Peredaran uang kartal untuk aliran uang masuk ke BI pada Mei 2014 sebesar Rp0,12 triliun, menurun 22,25 persen yoy. Sedangkan aliran uang keluar BI masih pada tren meningkat, mencapai Rp0,83 triliun atau tumbuh 11,87 persen yoy sehingga "net outflow" Rp0,71 triliun.
Sementara itu, untuk perkembangan dana pihak ketiga yang dihimpun perbankan Kepri menguat menjadi Rp40,97 triliun atau 19,57 persen dibanding bulan sebelumnya 19,26 persen.
Struktur dana perbankan didominasi oleh tabungan dengan pangsa pasar 39,2 persen, diikuti giro mencapai 31,99 persen dan deposito mencapai 28,8 persen.
"Dengan realisasi kredit dan DPK tersebut, 'loan to deposit ratio' di Kepri tercatat 77 persen," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
