Logo Header Antaranews Kepri

MEA dan AFTA Pertegas Daya Saing Batam

Senin, 7 Juli 2014 02:13 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pusat Kajian Kawasan Politeknik Negeri Batam memprediksi penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 akan mempertegas daya saing industri Batam dengan negara tetangga yang juga memiliki kawasan serupa.

"Tingkat daya saing Kawasan Perdagangan Bebas (free trade zone/FTZ) Batam akan tampak saat MEA berlaku Desember 2015," kata Ketua Pusat Kajian Kawasan Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan di Batam, Minggu.

Ia mengatakan, bergulirnya pasar bebas ASEAN atau masyarakat ekonomi ASEAN akan meliberalisasi arus barang, termasuk daya saing produk industri Indonesia, khususnya Kawasan Bebas Batam dari sisi impor.

"Liberalisasi arus barang, usaha dan orang akan menunjukkan Batam sebagai kawasan produksi atau pangsa pasar bagi negara lain saja," kata dia.

Melihat kondisi saat ini, lanjutnya, MEA memang dikhawatirkan akan melemahkan tingkat daya saing produk industri Batam karena Batam masih dibayangi kemampuan tenaga kerja yang relatif rendah.

Selain itu, kata Hendrawan, kawasan bebas Batam masih memiliki kelemahan mendasar menyangkut ketidakpastian hukum dalam berbagai bidang.

"Batam bukannya tidak siap untuk menghadapi hal itu. Hanya saja, kemampuan SDM sangat menentukan tingkat produksi barang yang dihasilkan. Sementara kepastian hukum akan memberi kepastian usaha," ujarnya.

Hendrawan menilai, apabila pemerintah setempat mampu menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan tuntutan pasar maka ada kepastian daya saing akan terjamin.

"Pemerintah harus memanfaatkan lembaga pendidikan sebagai ujung tombak mengasah kemampuan SDM. Keberadaan balai latihan kerja sangat dibutuhkan," kata Hendrawan.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho sebelumnya mengatakan, dengan status FTZ, Batam sudah berada pada persaingan bebas.

"Selama ini Batam terus berkembang dan mampu bersaing. Artinya Batam sama dengan MEA termasuk bidang perdagangan dalam AFTA," kata Djoko.

Namun demikian, dia mengatakan, akan terus membangun sejumlah fasilitas penunjang kawasan industri seperti pelabuhan petikemas dan alih kapal, jalan, bandara, untuk meningkatkan daya saing. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026