Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Tangkap Pengedar Ganja dan Sabu

Selasa, 19 Agustus 2014 17:59 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menangkap FS (32) seorang pengedar sabu-sabu dan ganja pada salah satu hotel di Nagoya Batam setelah dipancing oleh anggota polisi yang berpura-pura sebagai pembeli.

"Sabu yang disita itu seberat 7,1 gram, dan ganja 6,2 gram. Barang tersebut sudah dikemas dalam sembilan bungkus siap edar," kata Direktur Derektorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Agus Rohmat di Batam, Selasa.

Ia mengatakan penangkapan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang mengetahui seorang pengedar di kawasan Bengkong Indah Atas Kota Batam.

"Saat kami selidiki ternyata memang ada pengedar di daerah Bengkong Indah Atas. Seorang anggota kami tugaskan untuk menyamar sebagai pembeli untuk memancing pelaku hingga akhirnya terpancing dan berhasil diamankan," kata dia.

Penangkapan, kata dia, dilakukan pada sebuah hotel di Nagoya saat pengedar hendak menyerahkan pesanan kepada petugas yang menyamar.

"Kami akan terus dalami kasus tersebut dan mengembangkannya untuk menangkap pelaku lain termasuk pemasok utamanya. Karena pasti pelaku memiliki jaringan yang memasok barang-barang terlarang tersebut," kata Agus.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak segan-segan melapor ke petugas jika mengetahui peredaran narkoba di lingkungan masing-masing dengan mengirim pesan singkat (SMS) ke 082174444555 atau 08127107771.

"Sekecil apapun info itu sangat berguna untuk menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba," kata dia.

Kota Batam dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Kepri yang memiliki perairan terbuka dan berbatasan dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand sering dimanfaatkan oleh jaringan internasional untuk memasok narkoba ke Indonesia.

BNN, Polda Kepri, dan BC Batam beberapa kali berhasil mengamankan upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre yang hendak dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Surabaya, Denpasar, Jakarta. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026