
Kabut Asap di Karimun Makin Tebal

Karimun (Antara Kepri) - Kabut asap kiriman dari daratan Sumatera yang menyelimuti Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Minggu, makin tebal dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Kabut asap juga menyelimuti perairan di depan pelabuhan internasional dan domestik Tanjung Balai Karimun namun belum mengganggu aktivitas pelayaran ke sejumlah jurusan dari dua pelabuhan tersebut.
Kabut asap yang makin tebal mengakibatkan beberapa pulau di depan dua pelabuhan tersebut, seperti Pulau Parit dan Pulau Tulang, tidak tampak jelas.
"Kabut asap lebih tebal dibandingkan kemarin, kapal-kapal yang biasanya tampak jelas melintas kini samar-samar," kata nelayan setempat, Amat.
Ia mengaku lebih berhati-hati saat menangkap ikan karena perairan memutih tertutup kabut.
"Mungkin karena tidak turun hujan sehingga kabut asap belum juga sirna," katanya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tanjung Balai Karimun Abdul Azis mengingatkan pelaku pelayaran, termasuk nelayan, berhati-hati mengingat kabut asap yang bertambah tebal.
"Kabut asap harus diwaspadai karena dapat mengganggu jarak pandang di laut," kata dia.
Abdul Azis mengatakan kabut asap diperkirakan masih akan menyelimuti Tanjung Balai Karimun dan perairan sekitarnya yang dipicu tiupan angin dari arah tenggara.
Kondisi cuaca panas berawan sepanjang Minggu dengan suhu 25 sampai 32 derajat Celsius, menurut dia, turut menjadi penyebab belum berkurangnya ketebalan kabut asap.
Kelembaban udara berkisar 64 hingga 94 persen dengan kecepatan angin 33 kilometer per jam dan ketinggian gelombang berkisar 0,7 sampai satu meter.
"Kami sudah menginformasikan kondisi cuaca yang berkabut kepada para pemangku kepentingan," katanya.
Namun demikian, ia memprediksi dalam beberapa hari ke depan akan terjadi hujan dengan intensitas ringan yang diharapkan dapat mengurangi kabut asap.
"Hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan merupakan dampak dari siklon tropis vongfong di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina utara," kata dia.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan belum ada keluhan dari masyarakat soal kabut asap.
"Belum ada laporan dari puskesmas maupun rumah sakit soal dampak kabut asap bagi masyarakat," katanya.
Rachmadi mengimbau masyarakat waspada terhadap kabut asap, terutama bagi mereka yang rentan terkena penyakit infeksi saluran pernafasan akut. (Antara)
Editor: M.H Atmoko
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
