Logo Header Antaranews Kepri

Disdik Karimun Terapkan KTSP Semester Genap 2015

Selasa, 9 Desember 2014 00:41 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Pendidikan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau akan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada semester genap 2015, menyusul keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013.

"Sekarang masih menerapkan Kurikulum 2013 karena anak-anak akan memasuki ujian, baik SD, SMP maupun SMA. Jadi, semester genap tahun depan baru kita kembali ke Kurikulum 2006 atau KTSP," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Bakri Hasyim mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan harus menghentikan penerapan Kurikulum 2013, meski sejumlah persiapan, mulai dari sosialisasi kepada siswa dan guru, termasuk pelaksanaan beberapa bimbingan teknis bagi pihak sekolah maupun guru.

"Sebenarnya kita telah menyiapkan secara matang dalam menerapkan Kurikulum 2013, termasuk soal anggaran. Tapi kalau pusat menilai lebih baik dihentikan dan kembali ke KTSP, kami tentu siap mematuhinya," ucapnya.

Ia menuturkan dalam penerapan Kurikulum 2013 memang masih mengalami berbagai kendala, seperti masih ada guru yang bingung dalam memahami kisi-kisi atau materi ajar yang akan disampaikan kepada anak didik.

"Fasilitas pendukung Kurikulum 2013, seperti buku tematik di sekolah-sekolah juga masih belum cukup. Ini menjadi hambatan karena buku-buku tidak dijual di pasaran," ucapnya.

Menurut dia, kisi-kisi Kurikulum 2013 sebenarnya sudah tertuang dalam KTSP, tinggal bagaimana guru memberikan penekanan saat mengajar sesuai dengan arah dan kebijakan pendidikan nasional, seperti pendidikan berkarakter, budi pekerti serta upaya menggali kreativitas, dan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada siswa.

"Jadi tidak masalah harus kembali ke KTSP. Dan, tentunya kami menunggu surat resmi dari Kemendikbud terkait penghentian penerapan Kurikulum 2013," ucapnya.

Secara terpisah, Kepala SMP Negeri 1 Tebing Raja Hernayati mengatakan penghentian penerapan Kurikulum 2013 cukup mengagetkan karena baru mulai diterapkan kepada siswa. Namun demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan jika harus ke KTSP karena kisi-kisinya sudah dikuasai para guru.

"Kita siap saja, mungkin ada pertimbangan dari Menteri sehingga memutuskan untuk menghentikan Kurikulum 2013," ucap Raja Hernayati. (Antara)

Editor: Miskudin Taufik



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026