Logo Header Antaranews Kepri

Sarjana STIE Cakrawala Karimun Diminta Berdikari

Minggu, 21 Desember 2014 21:41 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Wakil Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) X Sekunda Delarita, meminta para sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cakrawala, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mampu berdikari dengan membuka usaha yang menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Jadi sarjana tidak harus bekerja dengan orang lain. Pola pikir seperti itu harus diubah, ilmu ekonomi yang dipelajari harus diwujudkan dengan menangkap peluang usaha yang membuka lapangan kerja baru," kata dia dalam rapat senat terbuka wisuda sarjana strata satu angkatan II STIE Cakrawala di ballroom Hotel Aston Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Sekunda Delarita mengatakan, potensi usaha di Karimun cukup terbuka karena posisinya yang strategis berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, apalagi sebagian wilayah di Pulau Karimun Besar berstatus Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

Menurut dia, sarjana ekonomi memiliki tanggung jawab yang besar dalam membangun perekonomian nasional, serta siap menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.

"Sebagai daerah perbatasan, Karimun menjadi daerah terdepan yang akan digempur produk luar negeri ketika MEA diberlakukan. Peranan para sarjana ekonomi sangat dituntut untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional," katanya.

STIE Cakrawala, menurut dia merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang diakui di bawah Kopertis X Wilayah Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.

"Kopertis X mengapresiasi peran serta perguruan tinggi swasta dalam melahirkan para sarjana ekonomi yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional," katanya.

Sebanyak 40 mahasiswa jurusan akuntansi dan manajemen STIE Cakrawala angkatan II diwisuda dalam rapat senat terbuka yang dihadiri 300-an mahasiswa.

Ketua STIE Cakrawala Maimunah mengatakan, STIE Cakrawala senantiasa memperhatikan kualitas para sarjana lulusan STIE yang berdiri pada 2008 tersebut.

"Mereka lulus murni dari kemampuan mereka. Kami tentu berharap mereka mampu terjun ke masyarakat serta mewarnai dunia usaha," kata dia.

Maimunah menuturkan STIE Cakrawala saat memiliki 300 lebih mahasiswa dengan dua jurusan, akuntansi dan manajemen.

"Kami sudah punya kampus sendiri. Kehadiran dan dukungan Kopertis X mendorong kami untuk terus mengabdikan diri dalam melahirkan sarjana ekonomi," ucapnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Yayasan Pendidikan Bina Insan yang menaungi STIE Cakrawala Fransiskus Senduk mengatakan akan mempertimbangkan untuk membuka program studi yang baru.

"Kami tentu berfikir untuk membuka prodi baru. Kami akan bahas bersama Ketua STIE dan melihat prodi apa yang cocok dan dibutuhkan di Karimun," kata Fransiskus yang juga pendiri Universitas Teknologi Surabaya (UTS).

Fransiskus menambahkan, STIE Cakrawala terus didorong agar melahirkan para sarjana yang berkualitas dan mampu berkiprah di tengah masyarkat.

Kritik Pemda

Sekunda Delarita dalam acara wisuda itu mengkritik sikap Pemkab Karimun yang terkesan tidak adil atau memberikan perlakuan berbeda terhadap perguruan tinggi swasta di daerah setempat.

Kesan tidak adil itu, menurut dia, tampak dari tidak satupun pejabat Pemkab Karimun yang hadir dalam acara wisuda tersebut, kontradiksi dengan acara wisuda Universitas Karimun milik Yayasan Tujuh Juli, pada Sabtu (20/12), yang dihadiri Bupati Nurdin Basirun dan Wakil Bupati Aunur Rafiq.

"Sangat disayangkan tidak ada pejabat pemda yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap perguruan tinggi swasta. Contoh yang kurang baik terhadap generasi penerus," kata dia yang juga menghadiri acara wisuda ratusan mahasiswa Universitas Karimun.

Berdasarkan informasi, pembedaan perlakuan tersebut juga tampak dari dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten, di mana Universitas Karimun mendapat kucuran dana hibah dari APBD.

"Kenapa ada perbedaan. Di sini hanya ada dua PTS yang seharusnya mendapat dukungan dan perlakuan yang sama dari pemda. Apapun alasannya pemda harus memberikan porsi sama," ucapnya. (Antara)

Editor: Nurul Hayat



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026