Logo Header Antaranews Kepri

Tanjungpinang Harus Berbenah

Selasa, 6 Januari 2015 22:49 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dalam sambutan Peringatan Hari Jadi ke- 231 Kota Tanjungpinang, Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani mengharapkan Tanjungpinang terus melakukan pembenahan diri agar Tanjungpinang semakin baik.

Harapan tersebut disampaikan Sani dengan bercermin dari kegemilangan Tanjungpinang tempo dulu, seperti pembuktian sejarah yang menetapkan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia.

"Bahkan statemen dari Bung Hatta, mengatakan bahasa persatuan yang kita pakai ini berasal dari Bahasa Melayu," kata Gubernur Kepri, HM Sani, di Lapangan Ahmad Yani Pamedan, Selasa (6/1).

Waktu itu menurut Sani, Bung Hatta menyebutkan bahasa melayu tersebut berasal dari di salah satu pulau kecil, yakni Riau.

Padahal sambungnya, pulau yang dimaksud Bung Hatta saat itu adalah Pulau Penyengat yang harus menjadi kebanggaan masyarakat Kepri.

Bahkan hari jadi Kota Tanjungpinang itu juga berasal dari Penyengat. Diceritakannya, ketika perjuangan heroik Raja Haji Fisabilillah, menenggelamkan kapal Belanda Malaka's Walvare 1784, yang kini peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah awal lahirnya Tanjungpinang.

"Kemudian Penyengat memiliki Gurindam 12, Raja Ali Haji yang berjuang melalui pena dan menulis hingga Raja Ali Haji mendapat gelar Pahlawan Bahasa serta Pahlawan Indonesia," paparnya.

Ditambah lagi, kejayaan kerajaan di Sei Carang, Kota Rebah dan Istana Kota Piring yang menurutnya sudah ada sebelum perjuangan Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji.

Meneruskan cita-cita perjuangan tersebut, Sani berkeinginan agar Tanjungpinang bisa memperkuat kerukunan dari beragam suku yang ada dan mengharapkan, bekerjasama untuk pembangunan Tanjungpinang.

Menurutnya, jika dulu kondisi jalan, listik dan air cukup untuk masyakakat Tanjungpinang, sekarang tentunya semakin bertambah karena perkembangan, pertumbuhan dan keinginan masyakarat yang terus meningkat.

"Pembangunan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, untuk itu Walikota Tanjungpinang tidak boleh berkecil hati. Meskipun yang sudah dibuat Walikota Tanjungpinang, selalu tak cukup-cukup, tetapi inilah tantangan yang harus dihadapi sebagai pemimpin," paparnya.

Termasuk, kritikan yang dianggap Sani sebagai intropeksi untuk maju dan harus diterima serta menanggapi dengan senyuman, bukan dengan marah.

Mengingat sejarah panjang serta usia Tanjungpinang yang memasuki 231 tahun ini, Sani berpesan agar pendidikan berakhlak mulia semakin ditingkatkan di sekolah sesuai dengan Gurindam 12 yang kandungannya berasal dari ajaran agama serta memberikan pendidikan sejarah Melayu ke dalam kurikulum.

Terakhir, Sani berpesan agar mengembangkan pariwisata yang ada di Tanjungpinang.

"Karena sejarah, menentukan pariwisata Kota Tanjungpinang yang saya cintai," kata Sani mengakhiri sambutannya.(Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026