
DPRD Kepri Dukung Jurusan Baru Umrah

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komisi IV DPRD Kepri mendukung penuh keinginan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) membuka Jurusan Perkapalan dan Sistem Transportasi Laut di yang direncanakan pada tahun ajaran baru Agustus 2015.
"Saya sangat mendukung sekali, karena Kepri ini memiliki wilayah perairan yang luas, lagi pula kita tidak memiliki universitas untuk itu," kata Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara.
Jadi apapun yang dilakukan Umrah untuk kemaritiman di Kepri, Komisi IV DPRD Kepri tidak keberatan untuk mendukungnya.
"Kemarin, waktu hering Rektor Umrah memaparkannya, kita sangat support. Dalam artian, bantuan anggaran jangan dari Kepri saja, tetapi dari APBN juga," ucapnya.
Dibukanya Jurusan Perkapalan itu nanti, papar Teddy, peluang generasi muda bisa lebih optimal mengelola potensi perairan di Kepri.
Karena selama ini, sambungnya putra daerah Kepri, memperoleh pendidikan diluar darah. Setelah itu, mereka tidak lagi kembali ke daerah dan mengabdi di daerahnya berasal.
"Lagipula Kepri memiliki wilayah laut yang luar biasa, sementara tenaga ahli untuk itu kurang," tegasnya.
Untuk minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap jurusan tersebut, Fraksi Golkar tersebut meyakinkan bahwa, tentunya minat mereka terhadap jurusan sudah pasti banyak.
Sementara ITS, UI, Universitas Pattimura dan Universitas Diponegoro yang sudah terlebih dulu membuka jurusan tersebut dengan kondisi masih saja kesulitaan mencari mahasiswa, karena mungkin sambungnya, geografis wilayah tersebut yang tidak mendukung.
Dukungan juga disampaikan oleh Pemkab Bintan melalui informasi yang disampaikan Rektor Umrah, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc pada Antara, bahwa, Bupati Bintan Ansar Ahmad memberikan support berbetuk lahan yang ada
di Bintan.
"Kami berharap jika suport Pemkab Bintan itu berupa lahan, kita harapkan dilokasi yang bisa kita buat galangan untuk memperkuat jurusan perkapalan Umrah," kata Syafsir Akhlus.
Sehingga, Umrah memiliki akses pantai dan laut, sementara di Dompak kondisi kondisinya berada di perairan dangkal sehingga tidak memungkinkan untuk galangan.
"Pembicaran memang masih belum untuk itu, tapi intinya kita akan fokuskan untuk itu guna mendukung teknologi perkapalan Umrah," ucapnya.
Untuk Pemerintah Provinsi Kepri sendiri, sambung Syafsir Akhlus, juga memberikan dukungan, tetapi Umrah terlebih dulu akan spesifik menyampaikan kebutuhannya agar support yang diberikan jelas bentuknya.
"Umrah sangat terbuka untuk itu, sebab itu terlebih dulu akan kita sampaikan di bagian mana Umrah membutuhkan support, sehingga pemerintah mengetahui apa yang Umrah butuhkan," tegas Syafsir.
Serta tambah Syafsir, seandainya ada bagian yang sulit untuk dibantu, Umrah akan mencari solusi melalui pemerintah pusat atau pihak lainnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
