Logo Header Antaranews Kepri

Polisi Selamatkan Enam Korban "Trafficking" di Batam

Kamis, 15 Januari 2015 20:51 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Polresta Barelang bersama Polrestabes Surabaya mengamankan enam wanita diduga korban perdagangan manusia (trafficking) di Kawasan Baloi Batam, dua di antaranya masih dibawah umur.

"Dua korban yang dibawah umur adalah Sn dan Dw. Mereka bersama yang lain dipekerjakan sebagai wanita penghibur di Batam," kata Kapolresta Barelang Kota Batam, Kombes Pol Asep Syafrudin di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, saat ini (15/1) untuk yang dibawah umur sudah langsung dipulangkan menuju kampung halaman masing-masing.

"Yang dari Jawa Timur akan ditangani Polrestabes Surabaya. Karena informasi dan laporannya memang dari Surabaya, Jawa Timur," kata dia.

Penggerebekan tersebut, kata dia, bermula dari laporan Yn (17) salah satu korban yang berhasil kabur dari penampungan di wilayah Baloi beberapa waktu lalu.

"Yn yang merupakan warga Surabaya kembali ke Surabaya dan membuat laporan ke Polrestabes Surabaya. Atas laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Polrestabes Surabaya berkoordinasi dengan Polresta Barelang melakukan penggerebekan," kata Asep.

Dalam laporan di Surabaya, kata dia, Yn menjadi korban perdagangan manusia yang dilakukan Al di Batam meski awalnya dijanjikan bekerja sebagai penatalaksana rumah tangga dengan gaji besar.

"Yn dan Dw menuruti bujuk rayu Al. Ternyata sampai di Batam, Yn dan Dw tidak sendirian dia bergabung dengan Sn dan tiga wanita dewasa dari Medan Sumatera Utara. Di Batam ke enam wanita itu dipaksa bekerja sebagai wanita penghibur," katanya.

Asep mengatakan, saat ini, Polresta Barelang fokus melakukan pengejaran pada Al yang diketahui sudah lama menetap di Batam.

"Kami akan terus kembangkan kasus ini. Karena tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lain dari aksi Al ini," kata Asep.

Ia mengatakan, akan meningkatkan pengawasan agar kasus-kasus serupa tidak kembali terjadi di Batam yang memang merupakan tujuan pencari kerja.

"Kami juga mengimbau pada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan bujukan orang yang menawarkan pekerjaan tertentu dengan gaji tinggi. Cek dulu kebenarannya agar tidak menjadi korban trafficking," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026