
Kapal Logistik Mulai Masuk Natuna

Batam (Antara Kepri) - Kapal pembawa kebutuhan logistik warga mulai memasuki kota Ranai Natuna Provinsi Kepulauan Riau, setelah hampir satu bulan tidak ada pasokan bahan makanan yang masuk ke kabupaten yang kaya akan gas itu.
Warga Kabupaten Natuna, Zam Jambak melalui sambungan telepon di Batam, Selasa mengatakan pasokan logistik sudah mulai masuk kota Ranai, namun belum sampai ke pulau-pulau lain di ujung nusantara, seperti Pulau Laut yang merupakan pulau terluar Indonesia.
"Pasokan mulai lancar untuk Ranai," kata dia.
Pengiriman bahan makanan ke Pulau Laut masih terkendala kondisi cuaca yang tidak bersahabat bagi pelayaran dengan gelombang laut yang tinggi.
Pemerintah Kabupaten Natuna mengirimkan KM Kawarane ke Jakarta untuk menjemput logistik demi memenuhi kebutuhan warga.
Zam mengatakan meskipun pasokan bahan makanan mulai lancar, namun harga masih tinggi.
"Misalnya saja cabai masih Rp90.000 per kg, daging masih Rp180.000 per kg," kata dia.
Warga Kabupaten Natuna lainnya, Cipi Ckandina mengatakan pasokan makanan mulai lancar karena bantuan pemerintah daerah yang turut berperan aktif mengupayakan kapal khusus untuk membawa logistik.
"Kapal dibiayai pemerintah, ini menandakan pemerintah peduli pada warganya," kata dia.
Sebelumnya, di Batam, Minggu (18/1), Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan daerah-daerah di Kabupaten Natuna terancam krisis pangan jika kapal pembawa logistik tidak segera membawa pasokan bahan pangan ke daerah kepulauan di sekitar Laut China Selatan itu.
Gubernur mengatakan saat ini pasokan pangan masyarakat relatif masih cukup, namun jumlahnya kian menipis.
"Sekarang masih biasa saja, tapi kalau sampai setengah bulan kapal tidak masuk akan ada pengurangan, kekurangan bahan pokok," kata Gubernur.
Empat kapal perintis milik pemerintah yang biasa melayari pulau-pulau di Kabupaten Natuna berhenti beroperasi akibat tidak adanya bahan bakar minyak. Pengadaan bahan bakar minyak untuk empat kapal itu sendiri kini tengah dalam proses lelang di Kementerian Perhubungan.
Selain kapal perintis, kapal-kapal kayu milik saudagar Natuna juga tidak dapat melaut, menjemput dagangannya ke kota lain akibat gelombang laut yang tinggi.
Gubernur mengatakan akan menyari solusi untuk mengantarkan kebutuhan hidup warga Natuna.
Ia berencana untuk meminjam kapal milik TNI AL demi mendistribusikan logistik ke Natuna. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
