
ASDP Batam Siap Buka Jalur Daerah Terpencil

Batam (Antara Kepri) - PT Angkutasn Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry cabang Batam menyatakan siap membuka pelayaran kesejumlah wilayah di Provinsi Kepri termasuk Natuna, Anambas membuka keterisolasian dan menstabilkan harga barang pokok.
"Pada prinsipnya kami siap menambah armada dan membuka pelayaran pada wilayah-wilayah terpencil. Namun pemerintah daerah harus mendukung dengan permudah perizinan dan infrastruktur," kata Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Batam, Dadag Wijanarko di Batam, Selasa.
Ia mengatakan, sudah berkeliling hampir seluruh wilayah Kepri untuk melihat kondisi sarana transportasi dan pelabuhan yang ada melihat kemungkinan kapal roll on roll off (roro) bisa berlabuh.
"Hingga saat ini memang masih banyak pulau yang banyak penduduknya namun, sarana pelabuhan belum mumpuni. Sehingga ini harus menjadi perhatian daerah," kata dia.
Dadag mengatakan, kapal roro yang dimiliki memiliki kemampuan untuk berlayar ke seluruh wilayah provinsi Kepri, termasuk Natuna, Anambas yang berada pada kawasan Laut Tiongkok Selatan dengan ombak bisa mencapai lima meter.
Selain itu, kapal roro juga bisa berlayar lebih cepat dibanding kapal-kapal kayu yang selama ini digunakan untuk mengangkut sembako ke Natuna dan Anambas sehingga membutuhkan waktu berhari-hari.
"Kalau dengan roro, bisa jauh lebih cepat sampai. Artinya, harga kebutuhan pokok pada dua wilayah tersebut bisa lebih stabil dibanding bila diangkut dengan kapal kayu milik swasta yang akhirnya menimbulkan harga tinggi," kata Dadag.
Sebelumnya anggota DPRD Kepri asal pemilihan Natuna dan Anambas, Sofyan Syamsir mengatakan, Kabupaten Natuna dan Anambas akan terancam pasokan sembakonya karena tidak beroperasinya transfortasi perintis ke daerah tersebut.
Terjadinya kelangkaan sembako di Natuna dan Anambas dampak dari tidak beroperasinya kapal perintis KM Gunung Bintan, KM Terigas, KM Sabuk Nusantara 30 dan 39.
Ia yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Kepri mendesak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang dan Dishub Kepri untuk mengoperasikan dua unit kapal perintis sebagai alternatif menunggu proses tender.
"Yang jelas, DPRD meminta Dinas Perhubungan Kepri dan KSOP untuk mencarikan 1 atau 2 kapal alternatif atau mengizinkan 2 kapal perintis bersangkutan yang ada di Tanjungpinang untuk bisa kembali beroperasi ke Natuna dan Anambas," kata Sofyan.
Hal ini diprediksinya jika dalam waktu dua pekan kedepan, empat kapal perintis tidak beroperasi, maka dikhawatirkan selain terjadinya kelangkaan bahan pokok, maka akan timbul masalah baru di wilayah Natuna dan Anambas. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
