
KKP Bangun Sentra Perikanan Natuna Rp300 Miliar

Batam (Antara Kepri) - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun sentra perikanan di sekitar Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, senilai Rp200 miliar hingga Rp300 miliar untuk mempercepat pembangunan kelautan di kabupaten.
"Natuna menjadi sentra pembangunan pengolahan perikanan terintergrasi," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dalam konvensi media massa Hari Pers Nasional di Batam Kepulauan Riau, Sabtu.
Ia mengatakan dengan pembangunan pengolahan ikan terintegrasi, maka nantinya semua pembeli ikan dalam dan luar negeri akan pergi ke Natuna.
Selama ini Perairan Natuna menjadi tempat pencurian ikan terbesar dari nelayan asing, sehingga pemerintah ingin merubahnya dan menjadikan Natuna sebagai sentra perikanan.
Menteri mengatakan kapal asing tidak lagi boleh berlindung untuk mengerruk ikan di Natuna.
"Saya tidak mau lagi melihat kapal-kapal ikan asing berada di Indonesia. Itu moral hazard," kata Menteri.
Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani menyambut baik kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan membangun Natuna sebagai sentra perikanan Indonesia.
"Sesuai harapan kami selama ini, ada industri perikanan di sana. Natuna terletak paling ujung, potensi besar di sana," kata dia.
Industri perikanan Natuna membutuhkan pelabuhan khusus, tempat penyimpanan dingin (cold storage) demi meningkatkan kualitas dan kuantitas ikan tangkap di perbatasan.
Ia mengatakan pembangunan sentra perikanan Natuna itu akan diwujudkan segera.
Pemerintah daerah siap mendukung rencana pemerintah demi kesejahteraan rakyat.
Sebelumnya di Batam, Kepala Bappeda Kabupaten Natuna Hardinansah mengatakan berharap pemerintah menjadikan kabupaten di Perairan Laut Tiongkok Selatan itu sebagai pusat wilayah ikan tangkap. Sedangkan pengolahannya bisa ditempatkan di Pulau Batam atau Pulau Bintan yang lokasinya lebih strategis. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
